Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Hartopo Berpesan Para Santri Dapat Menjadi Garda Terdepan di Tengah Pandemi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar apel Hari Santri Nasional (HSN) di halaman pendopo Kabupaten Kudus

Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Raka F Pujangga
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar apel Hari Santri Nasional (HSN) di halaman pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (22/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar apel Hari Santri Nasional (HSN) di halaman pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (22/10/2020).

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo menyampaikan, kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan santri beserta kiainya melawan penjajahan.

Sehingga penetapan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2020 tersebut sudah sepantasnya menjadi kebanggaan bersama.

"Para santri dan kiai berperan penting untuk ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia," jelas dia.

Kabupaten Kudus, kata dia, juga tidak bisa dilepaskan dari santri karena banyaknya jumlah pendidikan Islam dan pondok pesantren di Kudus.

Sehingga ‎pihaknya perlu membangun sinergitas antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan Islam tersebut.

"Sinergitas‎ pemerintah daerah dan pondok pesantren di Hari Santri ini menjadi momentum yang baik," ucapnya.

Dalam tema Hari Santri Nasional, "Santri Sehat, Indonesia Kuat"‎ tersebut harapannya para santri memperhatikan protokol kesehatan mulai dari cuci tangan dan menjaga jarak.

Dia juga berpesan agar santri dapat terus sehat dan terhindar dari penularan virus corona yang tengah mewabah.

"Makanya di lingkungan pesantren kami minta menerapkan protokol kesehatan. Puskesmas di wilayah masing-masing juga saya minta untuk mengontrol kesehatan santri," ujar dia.

Sampai saat ini, kata dia, tidak ada kasus Covid-19 yang terkena Covid-19. Meskipun tidak sedikit santri berasal dari luar kota karena setiap pondok pesantren sudah menerapkan protokol kesehatan.

"Santri nol kasus, tapi untuk pengajarnya pernah ada yang terkena. Tapi sudah dilakukan penanganan hingga sembuh," ujar dia.

Dia berharap, santri juga dapat menjadi garda terdepan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan Covid-19.

Hal tersebut karena tingkat kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan masih rendah.

"‎Saya berharap santri bisa menjadi relawan dan garda terdepan di era pandemi. Sehingga bisa memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai program pemerintah saat ini," ucapnya. (raf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved