Hari Santri Nasional
Masa Depan Pesantren
Pesantren yang selama ini dikenal dengan kekhasan kitab kuningnya, yang dikenal dengan penguasaan ilmu dan keluhuran budinya.
Oleh: KH. Masruchan Bisri
Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Kota Semarang
JIKA semua yang berasrama mendefinisikan dirinya sebagai pesantren, maka akan datang suatu masa di mana pesantren akan dianggap sama dengan lembaga pendidikan lainnya. Tidak ada distingsi, dan juga kekhasan.
Akan datang masa di mana anak-anak yang ada di dalamnya yang menginap dalam gedung-gedung itu tidak mengaji kitab kuning. Mereka hanya mengerjakan tugas-tugas pelajaran di sekolah.
Akan datang masa di mana banyak anak-anak yang hafidzul Qur'an tapi kurang menguasai tahsinul Qur'an. Hafalannya lancar tapi diminta membaca banyak makhorijul hurufnya yang meleset.
Akan datang masa di mana anak-anak yang belajar itu hanya mengenal ustadznya, tanpa mengenal kiai atau bu nyai-nya. Karena beliau-beliau sudah digantikan sistem atau digantikan figur berdasarkan SK yang datang silih berganti secara periodik.
Pesantren yang selama ini dikenal dengan kekhasan kitab kuningnya, yang dikenal dengan penguasaan ilmu dan keluhuran budinya, yang dikenal dengan kemandirian dan kesederhanaannya, lambat laun akan hilang. Dihilangkan mereka yang tidak mengaji kitab kuning, tidak memiliki kiai sebagai figur panutan, berkehidupan mewah, dan tidak mandiri tetapi memiliki ijin operasional atau tanda daftar sebagai pondok pesantren. Demikian ini sangat memprihatinkan.
Pesan dan Harapan
Perlu kita ketahui wahai para santri, bahwa tidak ada orang yang sukses tanpa melewati beberapa ujian dan cobaan. Dan kesuksesan yang di raihnya tergantung sedikit banyaknya atau besar kecilnya cobaan yang di alaminya.
Ada beberapa maqolah yang patut kita renungkan untuk mendorong dan memacu semangat dalam rangka meraih kesuksesan.
بِقَدْرِمَاتَتَعَنّٰى تَنَالُ مَا تَتَمَنّٰى
“Seberapa besar jerih payah yang kau alami, maka kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan”.
Artinya : Besar kecilnya kesuksesan sesuai dengan jerih payah yang di alaminya.
مَنْفَعَةُ الْعِلْمِ بِقَدْرِالتَّعَبْ
“Manfaatnya ilmu tergantung jerih payah yang di alaminya “
Artinya : Sedikit atau banyaknya manfaatnya ilmu yang di miliki seseorang tergantung susah payah atau cobaan yang menimpanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kh-masruchan-bisri-pengasuh-ponpes-askhabul-kahfi-mijen-kota-semarang-2.jpg)