Berita Semarang
Trans Semarang Ciptakan Halte Sehat, Tak Pakai Masker Akan Muncul Peringatan dari Thermal Camera
Jika penumpang tidak memakai masker, peringatan suara akan muncul dari thermal camera tersebut
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang berupaya menerapkan pelayanan yang aman dari penyebaran Covid-19 di era tatanan kehidupan baru dengan menciptakan halte BRT sehat.
Trans Semarang menempatkan thermal camera atau kamera pemindai suhu tubuh secara otomatis di halte.
Setelah mencuci tangan dan membeli tiket, penumpang akan dicek suhu tubuh. Thermal camera akan mendeteksi suhu tubuh penumpang secara otomatis
Tak hanya itu, thermal camera tersebut juga mendeteksi penggunaan masker.
Jika penumpang tidak memakai masker, peringatan suara akan muncul dari thermal camera tersebut.
Plt Kepala BLU Trans Semarang, Hendrix Setyawan mengatakan, Trans Semarang baru menempatkan dua thermal camera yakni di Halte Simpanglima dan Halte Terminal Gunungpati.
Anggaran yang dikucurkan pengadaan thermal camera memang cukup besar yakni Rp 100 juta per camera. Karena itu, pihaknya melakukan pengadaan thermal camera secara bertahap untuk menyiapkan adaptasi kebiasaan baru.
"Kami utamakan halte-halte yang besar karena anggaran pengadaannya cukup besar," ucap Hendrix, Kamis (22/10/2020).
Selain thermal camera, lanjut Hendrix, upaya lain menciptakan halte BRT sehat yaitu menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, pengaturan jarak, pembelian tiket secara nontunai, dan penyediaan masker bagi penumpang yang tidak menggunakan masker.
"Kami sediakan masker, memang tidak banyak karena kami menekankan kesadaran dari penumpang sendiri," tambahnya.
Protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat di dalam armada. Hendrix masih memberlakukan pembatasan 50 persen penumpang dalam armada. Untuk armada besar, kapasitas penumpang hanya 40 orang, armada sedang hanya 20 orang, dan feeder hanya 10 orang.
Di samping menciptakan halte BRT sehat dan penerapan protokol kesehatan di dalam armada, BLU Trans Semarang juga membekali vitamin kepada karyawan BRT yang bekerja di lapangan agar imunitas tetap terjaga.
Diakuinya, awal pandemi Covid-19 jumlah penumpang Trans Semarang sangat menurun. Namun, tiga bulan terakhir ini jumlah penumpang sudah kembali normal.
"Dulu pertama ada pandemi kita hanya 20 persen saja penumpangnya, sekarang rata-rata 50 persen dengan total penumpang 10 ribu - 15 ribu per hari di seluruh koridor," sebutnya.
Sementara, seorang penumpang Trans Semarang, Astari mengatakan, menggunakan transportasi umum di tengah pandemi Covid-19 ini memang harus waspada. Namun, menurutnya, penerapan protokol kesehatan di halte Trans Semarang sudah cukup baik.
"Apalagi Trans Semarang juga sudah menerapkan teknologi untuk pengecekan suhu tubuh. Jaga jarak di dalam maupun di luar armada juga sudah diatur. Tinggal kita memproteksi diri menggunakan masker," paparnya. (eyf)