Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Setelah Syukuran 7 Bulanan, Suami Siri Bunuh Istrinya Tengah Malam, Warga Geger

Tak hanya itu, janin bayi berusia 7 bulan yang masih berada di dalam kandungan Neng Yeti turut meninggal dunia

Tayang:
Editor: muslimah
Ist/Tribun Jabar
Polisi saat mengumpulkan keterangan dari saksi terkait pembunuhan seorang wanita yang tengah hamil tujuh bulan di Soreang. Ist/Tribun Jabar 

Setelah Syukuran 7 Bulanan, Suami Siri Bunuh Istrinya Tengah Malam, Warga Geger

TRIBUNJATENG.COM - Pelaku pembunuhan mamah muda yang hamil 7 bulan berhasil ditangkap petugas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Neng Yeti seorang mamah muda tewas mengenaskan di dalam rumah kontrakannya.

Mayat wanita berusia 34 tahun itu ditemukan di kamar kontrakan yang dihuni oleh korban yang berlokasi di Cibeureum, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Korban tewas di dalam kamar kontrakan yang baru dihuninya sekitar 3 minggu.

Tak hanya itu, janin bayi berusia 7 bulan yang masih berada di dalam kandungan Neng Yeti turut meninggal dunia.

Padahal, beberapa hari sebelum korban terbunuh, Neng Yeti sempat menggelar syukuran 7 bulanan janin yang ada dikandungannya.

Saat ditemukan, tubuh Neng Yeti penuh luka sayatan diduga akibat benda tajam.

Belakangan, polisi menyebut sudah berhasil mengamankan pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan ibu berserta janin bayi yang ada di dalam kandungnya.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan, mengungkapkan pihaknya berhasil mengungkap secara tuntas kasus pembunuhan yang terjadi di daerah Sadu.

Menurutnya, pelakunya diketahui bernama Sutarman (47)

Sutarman diciduk aparat kepolisian saat melakukan pelarian ke Jawa Tengah.

"Ternyata pelakunya adalah teman dekatnya, bisa dikatakan suami siri (korban)," ujar Hendra, di Mapolresta Bandung, Juamat (23/10/2020) dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Jabar.

Menurut Hendra, mereka (korban dan pelaku) sudah berhubungan kurang lebih satu tahun.

"Dari hubungan tersebut, mereka hasilnya berupa anak yang dalam kandungan (korban)," kata Hendra.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved