Berita Jawa Tengah
Warga Jateng Diminta Kenali Tanda Alam Jika Akan Terjadi Bencana
Seperti supermarket bencana, berbagai macam bencana kerap terjadi di provinsi ini: banjir, longsor, puting beliung, hujan es
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Setiap tahun di Provinsi Jawa Tengah selalu terjadi bencana alam. Seperti supermarket bencana, berbagai macam bencana kerap terjadi di provinsi ini: banjir, longsor, puting beliung, hujan es.
Oleh karena itu, dibutuhkan kesiapsiagaan semua pihak, baik pemerintah melalui otoritas kebencanaan dan masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyatakan tim gabungan kesiapsiagaan bencana siap melakukan penanganan bencana hidrometeorologi.
Ia memastikan bahwa pihaknya akan proaktif dengan memulai mengolah data prediksi dari BMKG, membuat peta bencana, termasuk infrastruktur.
Informasi tersebut kemudian disebarkan supaya masyarakat dapat mempersiapkan diri dan mengantisipasi lebih awal.
"Kita pro aktif supaya masyarakat kalau lewat jalan aman. Kalau ada potensi banjir dan longsor kita ingatkan," kata Ganjar, usai apel kesiapsiagaan bencana di halaman Kantor Pemprov Jateng, Senin (26/10/2020).
Ia meminta masyarakat paham mitigasi bencana. Selain itu, kata dia, warga harus jeli melihat tanda alam jika terjadi bencana.
Masyarakat pastinya sudah mengetahui tanda- tanda apa yang muncul sebelum terjadi bencana menurut kearifan lokal setempat.
Namun, hal tersebut juga harus didukung dengan adanya peralatan dan teknologi. Misalnya alat peringatan dini atau early warning system (EWS).
Ganjar menuturkan telah memetakan daerah- daerah berdasarkan kerawanan bencana. Selain daerah, sungai- sungai yang berpotensi banjir serta tanggul rawan jebol juga telah didata.
Ada sejumlah daerah yang diwaspadai. Antara lain di Brebes berpotensi banjir seluas 5.796 hektare, Kabupaten Tegal 1.011 hektare, Pemalang 7.296 haktere. Selain itu, potensi serupa juga bisa saja terjadi di Kendal dan Kudus.
Tidak hanya itu, peta rawan bencana juga dibuat secara detail. Misalnya, sungai mana saja berdasarkan kerawanannya yang berpotensi mengakibatkan banjir.
Misalnya di Brebes, Sungai Cisanggarung, Babakan, dan Pemali yang memiliki kerawanan aliran air limpas dan tanggul jebol.
Kemudian, Sungai Bremi di Pekalongan yang bisa saja meluap karena rob.
Selain menginventarisir satu persatu pada masing- masing daerah aliran sungai, pemprov juga menyiapkan sistem untuk pengendaliannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gubernur-ganjar-melihat-peralatan-milik-badaologi-di-jateng.jpg)