Breaking News:

Berita Semarang

Adaptasi Kebiasaan Baru, Bapenda Kota Semarang Dorong Wajib Pajak Manfaatkan Aplikasi Pakde Semar

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang mendorong wajib pajak memanfaatkan aplikasi Pakde Semar.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Kabid Pembukuan dan Pelayanan Bapenda Kota Semarang, Margareta Mita Dewi Sopa menunjukkan aplikasi Pakde Semar yang dapat mempermudah pelayanan pajak daerah Kota Semarang, Selasa (27/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menghadapi adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang mendorong wajib pajak memanfaatkan aplikasi Pakde Semar (Pajak Daerah Kota Semarang) untuk pelayanan perpajakan daerah. Aplikasi ini telah diluncurkan oleh Bapenda pada September lalu dan dapat diunduh melalui play store.

Kabid Pembukuan dan Pelayanan Bapenda Kota Semarang, Margareta Mita Dewi Sopa menjelaskan, aplikasi Pakde Semarang memiliki 12 fitur yang mempermudah wajib pajak dalam mendapatkan pelayanan pajak diantaranya fitur lacak pelayanan, status bayar, e-regsiter, pencetakan, dan lain-lain.

Wajib pajak dapat mengetahui sejauh mana permohonan pelayanan PBB yang diajukan telah diproses. Kemudian, melalui fitur status bayar, wajib pajak dapat mengetahui jumlah tagihan PBB dan historis pembayaran lima tahun sebelumnya. Begitu pula wajib pajak hotel, restoran, reklame, ABT, dan parkir juga dapat mengetahui jumlah tagihan dan tunggakan pajak daerah.

"Tadinya pelayanan ini berbasis website. Sekarang kami kembangkan berbasis mobile aplikasi sehingga wajib pajak lebih mudah mendapatkan pelayanan tanpa tatap muka," terang Mita, Selasa (27/10/2020).

Wajib pajak baru, sambung dia, juga bisa mendaftarkan diri melalui aplikasi tersebut untuk memiliki nomor pokok wajib pajak daerah (NPWPD). Mereka tidak perlu mengantre ke kantor Bapenda untuk mengisi formulir pendaftaran. Mereka hanya mengunduh formulir dari aplikasi. Kemudian, dicetak dan dikirimkan ke Bapenda Kota Semarang.

"Jadi, masyarakat tidak perlu bolak-balik ke kantor kalau ada persyaratan yang kurang, tidak perlu antre," imbuhnya.

Mita melanjutkan, aplikasi tersebut juga memiliki fitur E-SPTPD yakni fitur pelaporan pajak daerah self assessmen pada setiap bulan bagi wajib pajak hotel, restoran, hiburan, dan parkir. Sebelumnya, pelaporan pajak dilakukan secara langsung ke kantor Bapenda ataupun melalui website.

Di sisi lain, pembayaran pajak juga akan lebih mudah mengingat wajib pajak bisa mendapatkan link pembayaran dari aplikasi tersebut. Mereka bisa memiliki pembayaran melalui perbankan atau uang elektronik yang telah bekerjasama dengan Bapenda.

"Jadi, bisa dapat link pembayaran dari aplikasi tersebut. Kemudian tinggal bayar lewat bank atau uang elektronik," ujarnya.

Apabila wajib pajak memiliki keluhan terkait pajak daerah, mereka juga bisa berkonsultasi melalui nomor yang tertera di aplikasi tersebut. Sejauh ini aplikasi tersebut sudah banyak digunakan oleh wajib pajak PBB.

"Di tengah pandemi ini, kami harap masyarakat bisa memanfaatkan layanan online untuk mengurangi kerumunan," paparnya.

Selain mempercepat pelayanan, tambah Mita, adanya aplikasi tersebut bisa meningkatkan pendapatan pajak daerah. Hal ini dilihat dari kenaikan pajak sebelum dan setelah peluncuran aplimasi tersebut.

"Orang yang bekerja di luar Kota Semarang, memiliki objek pajak di Semarang cukup terbantu dengan aplikasi ini. Mudah-mudahan semakin banyak yang memanfaatkan layanan ini. Saat ini sedang kami kembangkan ke IOS," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved