Penanganan Corona
Curhat Para Pelanggar Protokol Kesehatan di Semarang Setelah Diajak Doa Bersama di Pemakaman Covid
Satpol PP Kota Semarang bersama Satgas Covid-19 melakukan operasi penegakan protokol kesehatan di depan Kantor Kecamatan Mijen
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Operasi penegakan protokol kesehatan masih terus digencarkan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Semarang.
Satpol PP Kota Semarang bersama Satgas Covid-19 melakukan operasi penegakan protokol kesehatan di depan Kantor Kecamatan Mijen.
Operasi protokol kesehatan ini agak sedikit berbeda, yang mana biasanya pelanggar protokol kesehatan diberi sanksi menyapu jalan atau lingkungan.
Kali ini, para pelanggar diajak berdoa bersama di Pemakaman Covid-19 Jatisari, Mijen.
Baca juga: Selalu Terlihat di Rumah Sule, Seperti Apa Kediaman Asli Nathalie Holscher? Yuk Intip
Baca juga: Setelah Suaminya Meninggal, Seorang Guru di Banyumas Positif Covid-19
Baca juga: Melly Goeslaw Sedih Tak Diundang, Dul Jaelani: Baru Akad Tante, Resepsinya tunggu PSBB Ya
Baca juga: Lupa Bawa dengan Tidak Punya SIM Saat Operasi Zebra 2020, Tetap Ditilang? Ternyata Sanksinya Beda
Para pelanggar yang terjaring razia di depan kantor Kecamatan Mijen digiring menggunakan mobil patroli Satpol PP ke pemakaman Covid-19 yang letaknya tak jauh dari lokasi yustisi.
Seorang warga Lemahmendak Mijen, Haryanto menjadi satu di antara puluhan warga yang turut terjaring razia.
Sembari menunggu mobil terisi penuh, Haryanto menghubungi sanak saudaranya bahwa dirinya sedang terjaring operasi.
Dia juga memperlihatkan melalui video call dirinya sedang berada di mobil patroli.
"Aku ini mau ke kuburan Covid-19, mau doa bersama, sek tak selfie," ucapnya saat mengabari seseorang melalui video call.
Haryanto pun mengaku salah karena melepas masker saat beraktivitas di luar rumah.
Sebenarnya, diakuinya, setiap hari sudah tertib menggunakan masker.
Hanya saja, kondisi gerimis yang akhirnya membuat dia harus melepas masker.
Setelah berdoa bersama di makam Covid-19, Haryanto mengaku tersentuh hatinya.
Dia juga merasa malu telah melanggar protokol kesehatan.
"Saya trenyuh. Sebenarnya saya malu. Biasanya saya pakai masker, bukan hanya karena ada Covid-19 tapi juga untuk menghindari debu dan angin," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/satpol-pp-kota-semarang-mengaijen-selasa-27102020.jpg)