Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penanganan Corona

Curhat Para Pelanggar Protokol Kesehatan di Semarang Setelah Diajak Doa Bersama di Pemakaman Covid

Satpol PP Kota Semarang bersama Satgas Covid-19 melakukan operasi penegakan protokol kesehatan di depan Kantor Kecamatan Mijen

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Satpol PP Kota Semarang mengajak para pelanggar protokol kesehatan ke Pemakaman Covid-19 di Jatisari, Mijen, Selasa (27/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Operasi penegakan protokol kesehatan masih terus digencarkan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Semarang.

Satpol PP Kota Semarang bersama Satgas Covid-19 melakukan operasi penegakan protokol kesehatan di depan Kantor Kecamatan Mijen.

Operasi protokol kesehatan ini agak sedikit berbeda, yang mana biasanya pelanggar protokol kesehatan diberi sanksi menyapu jalan atau lingkungan.

Kali ini, para pelanggar diajak berdoa bersama di Pemakaman Covid-19 Jatisari, Mijen.

Baca juga: Selalu Terlihat di Rumah Sule, Seperti Apa Kediaman Asli Nathalie Holscher? Yuk Intip

Baca juga: Setelah Suaminya Meninggal, Seorang Guru di Banyumas Positif Covid-19

Baca juga: Melly Goeslaw Sedih Tak Diundang, Dul Jaelani: Baru Akad Tante, Resepsinya tunggu PSBB Ya

Baca juga: Lupa Bawa dengan Tidak Punya SIM Saat Operasi Zebra 2020, Tetap Ditilang? Ternyata Sanksinya Beda 

Para pelanggar yang terjaring razia di depan kantor Kecamatan Mijen digiring menggunakan mobil patroli Satpol PP ke pemakaman Covid-19 yang letaknya tak jauh dari lokasi yustisi.

Seorang warga Lemahmendak Mijen, Haryanto menjadi satu di antara puluhan warga yang turut terjaring razia.

Sembari menunggu mobil terisi penuh, Haryanto menghubungi sanak saudaranya bahwa dirinya sedang terjaring operasi.

Dia juga memperlihatkan melalui video call dirinya sedang berada di mobil patroli.

"Aku ini mau ke kuburan Covid-19, mau doa bersama, sek tak selfie," ucapnya saat mengabari seseorang melalui video call.

Haryanto pun mengaku salah karena melepas masker saat beraktivitas di luar rumah.

Sebenarnya, diakuinya, setiap hari sudah tertib menggunakan masker.

Hanya saja, kondisi gerimis yang akhirnya membuat dia harus melepas masker.

Setelah berdoa bersama di makam Covid-19, Haryanto mengaku tersentuh hatinya.

Dia juga merasa malu telah melanggar protokol kesehatan.

"Saya trenyuh. Sebenarnya saya malu. Biasanya saya pakai masker, bukan hanya karena ada Covid-19 tapi juga untuk menghindari debu dan angin," ucapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved