Berita Banyumas
Jalur Pendakian Gunung Slamet Resmi Dibuka, Pendaki Wajib Bawa Surat Keterangan Sehat
Karena masih dalam masa pandemi Covid-19 ini, para pendaki harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan kuota pendaki juga dibatasi
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Jalur pendakian Gunung Slamet di Banyumas dan Purbalingga, telah resmi dibuka.
"Jalur pendakian Baturraden, Banyumas dibuka sejak Kamis (22/10/2020) lalu, Gunung Malang, Purbalingga telah dibuka, Selasa (13/10/2020).
Kemudian jalur Bambangan pada Minggu (25/10/2020)," ujar
Junior Manajer Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (28/10/2020).
Karena masih dalam masa pandemi Covid-19 ini, para pendaki harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan kuota pendaki juga dibatasi.
"Untuk Bambangan 300 orang per hari, Gunung Malang 50 orang per hari, dan Baturraden 50 orang per hari," tambahnya.
Sesuai protokol kesehatan para pendaki harus membawa surat keterangan sehat.
Suhu tubuh harus dibawah 37 derajat celcius.
Pendaki juga wajib menggunakan masker dan membawa cadangan masker minimal dua buah.
Pendaki harus tetap menjaga jarak dengan pendaki lain.
Kemudian isi tenda maksimal hanya boleh 50 persen dari kapasitas.
Sementara jarak antar tenda diatur minimal dua meter.
Pendaki juga wajib menggunakan peralatan pribadi untuk berbagai keperluan seperti makan, minum, ibadah dan lainnya. (Tribunbanyumas/jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengendara-melintdengan-view-gunung-slamet.jpg)