Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Kompol Eko Sisir Wilayah Rawan Banjir dan Longsor di Tugu Semarang

Kapolsek Tugu Kompol Eko Kurniawan menyisir wilayah Kecamatan Tugu yang rawan bencana banjir dan longsor, Jumat.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video Kompol Eko sisir wilayah rawan banjir dan longsor di Tugu Semarang.

Kapolsek Tugu Kompol Eko Kurniawan menyisir wilayah Kecamatan Tugu yang rawan bencana banjir dan longsor, Jumat (30/10/2020).

Hal ini dilakukan lantaran sudah memasuki musim penghujan. Apalagi dampak La Lina yang membuat intensitas hujan 40 persen lebih lebat dibandingkan musim penghujan sebelumnya.

Kompol Eko ditemani oleh Kanit Sabhara Iptu Sutadi, Bhabinkamtibmas, Kelurahan Siaga Bencana (KSB) memantau secara langsung daerah aliran sungai (DAS) Beringin yang mengalir di Kelurahan Mangkang Wetan dan Mangunharjo.

"Tentu kami berharap tidak terjadi bencana di wilayah hukum kami namun kami lakukan mitigasi bencana sebagai langkah kesiapsiagaan ketika hal itu terjadi," ujarnya kepada Tribunjateng.com.

Dia mengatakan, untuk wilayah Polsek Tugu tercatat ada beberapa Kelurahan yang rawan terhadap banjir berada di wilayah Blok M masing-masing di Mangkang Wetan, Mangkang Kulon dan Mangunharjo.

Adapun untuk bencana longsor mengancam di Kelurahan Tugurejo, Krapyak dan Karanganyar.

"Bencana banjir terjadi lantaran kiriman air dari wilayah Mijen melalui sungai Beringin sehingga kami ingin mengetahui langsung bagaimana kondisi tanggul sekitar pemukiman warga," paparnya.

Kapolsek dalam kegiatan tersebut juga melakukan serangkaian imbauan kepada warga yang berada di bantaran sungai dan lereng tebing agar waspada terutama saat curah hujan tinggi.

Mereka dapat mengamati debit sungai maupun kondisi tebing ketika dirasa makin membahayakan lekas mengungsi dan melaporkan ke Polsek Tugu atau pihak terkait lainnya.

"Segera evakuasi diri dan selamatkan barang-barang berharga seperti surat penting, perhiasan dan lainnya," paparnya.

Dia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti BPBD, PMI, Basarnas Semarang, relawan dan pihak lain agar adanya sinergi yang baik dalam upaya kesiapsigaan bencana.

Di sisi lain, dia juga mengantisipasi adanya kemacetan lalu lintas di jalan raya Provinsi akibat meluapnya DAS Beringin.

"Hal ini sudah terjadi hampir setiap tahun sehingga kami menyiapkan petugas sekaligus jalur alternatif lain agar mengurangi dampak kemacetan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KSB Mangkang Wetan Nerys Santana menjelaskan, terdapat tiga titik paling rawan banjir di wilayah Mangkang Wetan masing-masing di RW 3, 5 dan 7.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved