Berita Viral
Pengakuan KMS: 2 Hari Setelah Serahkan Diri Matanya Ditutup Kaki Ditembak, Kapolres Angkat Bicara
"Saya menyerahkan diri setelah kejadian sekitar pukul 15.00 WIB ke anggota Polsek Percut Sei Tuan. Yang menjemput saya," katanya
Ketika ditanya apakah saat itu matanya ditutup sehingga tidak tahu posisi dirinya ditembak, KMS mengangguk dan mengucapkan sesuatu dengan pelan namun tidak terdengar dengan jelas.
Dia kemudian mengulangi penjelasannya bahwa dirinya menyerahkan diri kepada seorang anggota Polsek Percut Sei Tuan di Desa Sampali.
"Berikut menyerahkan senjata api yang saya ambil untuk menembak saudara Robin.
Saya menyerahkan diri di Desa Sampali lalu dibawa ke Polsek Percut Sei Tuan," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengakui bahwa tersangka memang ditembak karena merebut senjata anggotanya.
"Pengakuan ditembak? Ya silakan aja.
Kan memang kita tembak.
Karena berusaha merebut senjata anggota dan kita tidak mau risiko karena yang bersangkutan berniat menghabisi, seperti yang saya sampaikan tadi.
Menghabisi anggota Polri yang sudah terluka tembak.
dikejar sama dia, dikepung dengan saudara Ameng, Endang dan Hatta," katanya.
Kronologi kejadian
Riko menjelaskan, penembakan itu bermula dari adanya perintah dari tersangka NN yang menyuruh KMS untuk meneror dan mengambil KD dan IRV pada 26 Oktober 2020.
Sehari kemudian, KMS turun dari mobil dan memecah kaca serta merusak peralatan sebuah bengkel di Jalan Ringroad/Gagak Hitam.
Saat itu, kata Riko, kebetulan korban yang merupakan anggota Polsek Medan Barat sedang berada di lokasi dan sempat mengingatkan tersangka dengan tembakan ke bawah.
Peringatan itu tidak digubris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kms-tersangka-kasus-penembakan-terhadap-seorang-an.jpg)