Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

Ex Lahan Sub Terminal Angkot Gemolong Sragen Disulap Jadi Bazar Kuliner Malam Bakul Gong

Ex lahan sub terminal angkot di Pasar Gemolong berubah jadi lokasi Bazar Kuliner Malam Pasar Gemolong (Bakul Gong).

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Ex lahan sub terminal angkot di Pasar Gemolong berubah jadi lokasi Bazar Kuliner Malam Pasar Gemolong (Bakul Gong).

Di launching Jumat (6/11/2020) lalu Bakul Gong kini jadi salah satu tempat berburu kuliner.

Ketika TribunJateng.com berkunjung, bazar kuliner yang berada di Depan Pasar Gemolong ini tampak ramai.

Kebanyakan dari mereka yang berkunjung ialah muda-mudi, namun orangtua beserta anak-anaknya juga memadati bazar ini.

Tenda merah, dengan hiasan lampu berwarna kuning membuat tempat ini tampak begitu nyaman.

Kenyamanan bersantap ditambah dengan lantunan musik yang dinyanyikan langsung oleh para penyanyi.

Beragam makanan dijajakan dalam bazar ini, mulai dari makanan berat seperti steak, sop, salat, pecel, mie ayam, geprek hingga makanan ringan seperti aneka sosis, ceker, crepes dan masih banyak lagi.

Salah satu pengunjung, Setya Arum menyampaikan bazar kuliner ini sudah cukup bagus.

Bazar ini juga bisa menjadi tempat baru untuk berburu kuliner bersama teman-teman dan keluarga.

"Lumayan lah sudah bagus tempatnya, dipercantik dengan hiasan lampunya.

Cuman tadi di meja makannya banyak sampah, waktu saya lihat sekeliling ternyata tempat sampahnya memang engga ada," kata Arum.

Pengadaan bazar kuliner ini memang menjadi strategi Pemkab Sragen melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen untuk mengoptimalkan kebersihan dan keramaian kota.

"Bazar ini memang rencana dari dinas, melihat kok pasar kalau malam sepi.

Padahal bisa dioptimalkan untuk keberhasilan dan keramaian kota," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Tedi Rosanto.

Tidak hanya di Pasar Gemolong, Tedi menyampaikan di Pasar Kota Sukowati juga telah menjadi bazar kuliner pada malam hari.

Para pedagang membuka lapaknya di depan kios-kios pasar kota.

Tedi melanjutkan pembuatan lapak di kedua bazar kuliner malam tersebut merupakan dari para pedagang sendiri.

Hanya saja pihaknya meminta agar tenda ataupun lapak bisa diseragamkan.

"Lapak para pedagang sendiri yang membuat, cuman saya minta diseragamkan agar lebih terlihat rapi. Pedagang hanya tinggal izin ke paguyuban pasar gang ditunjuk dinas," kata Tedi.

Total pedagang di bazar kuliner gemolong sebanyak 16 pedagang, sementara di Pasar Kota Sukowati terdapat 10 pedagang.

Berdampak bagus bagi perekonomian masyarakat dan keramaian kota, Tedi menyampaikan Pasar Gondang dan pasar lainnya juga berencana akan membuat bazar kuliner malam.

Tedi melanjutkan saat ini, bazar kuliner malam ini masih diuji coba oleh pihaknya. Jika para pedagang terus bertahan, kedua bazar kuliner ini bisa menjadi potensi retribusi 2021. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved