Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rocky Gerung Kesal pada Karni Ilyas: Nanti Orang Tidak Percaya Dia Lagi

Rocky Gerung mengatakan jika Karni Ilyas sudah tidak bernai bersuara maka publik sudah tidak percaya kepadanya lagi.

Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
KOLASE TRIBUN JATENG
Rocky Gerung Kesal pada Karni Ilyas: Nanti Orang Sudah Tidak Percaya Dia Lagi 

TRIBUNJATENG.COM- Rocky Gerung mengatakan jika Karni Ilyas sudah tidak bernai bersuara maka publik sudah tidak percaya kepadanya lagi.

Hal itu dikatakan Rocky Gerung di akun Youtube Rocky Gerung yang tayang pada Rabu (11/10/2020).

Sebelumnya, Karni Ilyas mengumumkan melalui akun Twitter pribadinua bahwa ILC batal tayang.

Rocky Gerung mengaku tidak kaget bila ILC batal tayang lantaran hal itu sudah pernah terjadi.

"Saya tidak kaget ILC dibatalkan, itu sama dengan 212 tuh," ujarnya.

Rocky Gerung mengatakan apabila istana ingin membelah oposisi maka itu sebuah kesia-siaan.

"Jadi sia-sialah kalau istana ingin mengumpulkan energi terakhir untuk membelah oposisi," kata Rocky Gerung dikutip dari akun Youtubenya.

Rocky Gerung juga sempat diisukan masuk daftar blacklist sebagai narasumber di ILC.

Menurut Rocky Gerung, hal itu merupakan bagian dari strategi istana dalam membendung isu.

Rocky Gerung mengatakan kini budaya demokratis sudah hilang.

Menurutnya, ketika pers dikendalikan oleh istana, maka itu sebuah tindakan otoriter.

"itu SOP istana begitu, kalau ada isu bisa membuat kuping istana tipis maka budaya kamtib muncul lagi,telepon si ini gak boleh, isu ini ditunda saja, terlihat negara ini kalau mau dibilang demokratis sebenarnya sudah hilang, ukurannya pada pers kan,jadi kalau pers dikendalaikan istana di dalam keadan politik otoriter bagus, tapi keadaan demokratis gimana," kata Rocky Gerung.

Padahal, menurut Rocky Gerung, ILC sendiri dianggap sebagai pers besar yang bisa mengkritisi pemerintah.

Rocky Gerung bahkan heran tayangan sekelas ILC masih tunduk dan mau mengikuti arahan.

"ini era digital dikendalikan dengan cara sentralistik semacam paranoid yang sebetulnya gak ada gunanya lagi,pers besar seperti ILC, ngapain tunduk pada budaya kolonial, " kata Rocky Gerung.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved