Khotbah Jumat
Khotbah Jumat Singkat Melaksanakan Pekerjaan Ibadah
Satu dari sekian amalan berpahala di hari jumat ialah mendengarkan khotbah. Berikut materi khotbah jumat dengan tema melaksanakan pekerjaan ibadah.
Penulis: Muhammad Khoiru Anas | Editor: abduh imanulhaq
Pekerjaan karena Allah adalah bekerja yang didedikasikan untuk Sang Khaliq.
Beraktivitas sesungguhnya untuk melaksanakan perintah Allah, itulah ibadah.
Tidak untuk kepentingan dunia semata, tetapi menjadikan kepentingan dunia sebagai perantara kepentingan Allah, kehendak Allah dan keridaan Allah.
Dalam kitab Ta’limul Muta’allim dikatakan,
كَمْ مِنْ عَمَلٍ يَتَصَوَّرُ بِصُوْرَة أعْمالِ الدّنْياَ وَيَصِيْرُ بِحُسْنِ النِيَّة مِن أَعْمَالِ الآخِرَة، كَمْ مِنْ عَمَلٍ يَتَصَوَّرُ بِصُوْرَة أعْمالِ الأخرة ثُمَّ يَصِيْر مِن أَعْمَالِ الدُّنْيَا بِسُوْءِ النِيَّة
Artinya: “Banyak perbuatan yang tampak sebagai perbuatan duniawi berubah menjadi perbuatan ukhrawi lantaran niat yang bagus. Banyak pula perbuatan yang terlihat sebagai perbuatan ukhrawi bergeser menjadi perbuatan duniawi lantaran niat yang buruk.”
Aktivitas dan pekerjaan disebut ibadah sesungguhnya yang bernilai transformatif, artinya mampu membawa lebih maju dan lebih baik.
Ibadah sebenarnya lebih luas daripada sekedar ada atau iming-iming pahala.
Kalau ibadah itu hanya untuk mencarai pahala, maka ini ibadah minimalis atau ibiadah yang berkualitas rendah.
Sebab orang beribadah itu, ada tiga tingkatannya, 1) Beribadah karena takut mendapat marah.
Misalnya, takut dimarahi atasan karena tidak melakukan pekerjaan dengan baik dan benar.
Takut masuk neraka jika tidak melakukan amalan tertentu.
Niat ibadah dengan cara seperti ini sudah bagus, hanya belum bagus betul.
2) Beribadah karena mengharapkan pahala.
Beribadah itu karena mengharapkan upah, maka dipilihlah ibadah yang besar ganjarannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-materi-khotbah-jumat.jpg)