Penanganan Corona
Cegah Klaster Hajatan, Pasangan Pengantin di Sragen Ini Gelar Resepsi Sistem Drive Thru
Pasangan pengantin, Nadia Anggraeni Yuristari dan Arief Rochmat Santiko asal Sragen gelar resepsi pernikahan dengan sistem Drive thru di gedung Sasana
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pasangan pengantin, Nadia Anggraeni Yuristari dan Arief Rochmat Santiko asal Sragen gelar resepsi pernikahan dengan sistem Drive thru di gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Sabtu (14/11/2020).
Pasangan berbahagia itu sebelumnya telah melangsungkan ijab kabul pada (19/8/2020) di Masjid Al Muslim, Cantel Wetan, Sragen Tengah lalu, namun baru mengadakan resepsi pernikahan hari ini.
Resepsi pernikahan dengan sistem drive thru ini, tamu tidak duduk atau bahkan tidak menyantap makanan. Tamu hanya bisa berfoto dengan pengantin dan langsung diarahkan keluar gedung.
Baca juga: Youtuber Ngevlog di Lawang Sewu Semarang Ditarik Rp 3 Juta Per Jam, Ini Penjelasan Pengelola
Baca juga: Sugi Nur Reaktif Covid-19, Pengacara Bakal Ajukan Rawat Inap Luar Rutan
Baca juga: Pengakuan Penyebar Video Syur Mirip Gisel hingga Polisi Akan Panggil Artis GA
Baca juga: Fakta Perseteruan Nikita Mirzani vs Ustaz Maaher hingga Hotman Paris Sebut sebagai Ratu Nyali
"Hajatan bapak Yuriyanto di gedung SMS ini dengan sistem drive thru atau istilahnya banyu mili. Tamu datang tidak duduk atau menyantap makanan di tempat."
"Tetapi tamu datang langsung masuk memberi ucapan selamat kepada pengantin. Langsung turun dari panggung, sebelum keluar mengambil makanan untuk dibawa pulang," terang koordinator Satgas Covid-19, Suharlan kepada Tribunjateng.com.
Suharlan mengatakan pihaknya menyediakan dua pintu masuk gedung. Satu berada di depan, satu berada di sisi kanan gedung. Sebelum masuk, tamu diwajibkan cuci tangan.
Baru dilakukan pengecekan suhu tubuh dilanjutkan menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan panitia.
Tamu juga tidak perlu menulis buku tamu, panitia yang akan menulis nama tamu disebuah kartu yang digunakan untuk menukar makanan.
Setelahnya tamu dipersilahkan untuk berjalan dan memberi ucapan kepada pengantin sekaligus berfoto bersama.
"Satgas ini dibentuk dari kelurahan. Semua tamu dan panitia wajib menggunakan masker dilarang berjabat tangan dan tetap menjaga jarak," kata Suharlan.
Ia melanjutkan pihaknya memegang penuh pedoman protokol kesehatan demi kesehatan semua orang.
Resepsi di gedung SMS hari ini diharapkan menjadi suatu percontohan bagi pasangan yang ingin menggunakan gedung SMS untuk resepsi pernikahan.
"Harapannya bisa menjadi percontohan bagi siapa saja yang ingin melakukan hajatan di gedung ini bisa menggunakan sistem yang sama," katanya.
Pihaknya juga hanya menyediakan kursi 30% dari kapasitas gedung atau sebanyak 300 kursi. Kursi itu disediakan bagi keluarga besan, jarak antar kursi juga diatur satu meter.
Agar tamu tidak menumpuk, dari tamu undangan sebanyak 1.500 panitia membagi dua shift. Shift pertama pukul 09.30 dan shift kedua pada pukul 11.00 WIB.
"Kita mengundang 1.500, itu undangan dibagi menjadi dua shift yang pertama dimulai jam 9.30 shift ke-2 jam 11.00 sehingga tidak terjadi suatu kerumunan para tamu. Alhamdulillah semua sudah berjalan dengan lancar," tandasnya. (uti)