Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sukoharjo

Intip Pembuatan Ciu Bekonang Sukoharjo, RUU Miras Bikin Galau Pengrajin

Ciu merupakan sebuah minuman tradisional yang memiliki kadar berakohol cukup tinggi. 

Editor: galih permadi
TRIBUNSOLO.COM/ AGIL TRI
Proses Pembuatan Minuman Keras Ciu di Bekonang, Mojolaban, Kecamatan Polokarto Sukoharjo Senin (16/11/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Ciu merupakan sebuah minuman tradisional yang memiliki kadar berakohol cukup tinggi. 

Salah satu sentra pembuatan Ciu yang paling banyak ditemui dan legendaris yakni di Mojolaban, Polokarto, Sukoharjo.

Ya, Desa Bekonang memang sangat lekat dengan minuman keras tersebut.

Baca juga: Dalam Sepekan Warga Batang Digegerkan Penemuan 2 Jenazah Bayi Laki-laki

Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Suwarto Warga Purbalingga Tewas Kesetrum Listrik Saat Bikin Dapur

Baca juga: Pembunuhan di Hotel Bandungan Semarang Jasad DF Siswi Demak Dibungkus Selimut

Baca juga: Agus Warga Semarang Ditemukan Meninggal Membusuk di Tumpukan Pakaian, Istri Kira Bau Bangkai Tikus

Disampaikan oleh Ketua Paguyuban Etanol di Bekonang, Sabariyono (77) jika Ciu sudah ada sejak zaman penjajahan dahulu. 

Hingga saat ini, ratusan pengrajin ciu dan etanol menggantungkan hidup dari produksi alkohol ini. 

"Kalau jumlah pengrajin, sebenarnya paling banyak ada di Polokarto, ada sekitar 90 orang." katanya, Senin (16/11/2020).

"Kalau di Mojolaban hanya sekitar 50 orang, tapi terkenalnya di Bekonang ini," imbuhnya. 

Yang membedakan alkohol dan ciu adalah proses pembuatan dan kadar alkoholnya.

Ciu biasanya memiliki kadar alkohol sekira 30 persen, sementara alkohol medis diatas 90 persen.

Di Bekonang, bahan dasar yang digunakan untuk membuat kedua jenis cairan tersebut berasal dari tetes tebu. 

Tetes tebu itu didapat pengrajin dari sejumlah pabrik gula yang ada di Jawa. 

"Tetes tebu sebagai bahan dasar, kemudian ada proses peragian, untuk menumbuhkan benih-benih mikroba," jelasnya. 

Mikroba ini nanti yang akan memakan kadar gula yang ada pada tetes tebu. 

Fermentasi ini dilakukan selama satu minggu. 

"Hasil fermentasi itu kemudian diproses sehingga menjadi ciu," tandasnya. 

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved