Breaking News:

Pilwakot Semarang 2020

Debat Publik Pilwakot Semarang, Hendi Beberapa Kali Sanggah Pertanyaan Tim Pakar

Tahapan Pemilihan Wali kota Semarang tahun 2020 telah sampai pada agenda debat publik yang pertama pada Rabu (18/11).

Istimewa
Pasangan Hendi Ita dalam debat publik Pilwakot Semarang 2020 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tahapan Pemilihan Wali kota Semarang tahun 2020 telah sampai pada agenda debat publik yang pertama pada Rabu (18/11).

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Hevearita hadir secara langsung mengikuti kegiatan yang diselenggerakan oleh KPU Kota Semarang tersebut.

Sebagai calon tunggal, pasangan yang akrab disapa Hendi - Ita itu pun menjadi objek utama dalam acara yang berlangsung selama 2 jam tersebut. 

Total 19 pertanyaan dilemparkan kepada Hendi - Ita, baik dari tim pakar, masyarakat, juga tim panelis yang terdiri dari Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama, Rektor Universitas PGRI Semarang Muhdi, Rektor Unika Soegijapranata Semarang Ridwan Sanjaya, Wakil Rektor IV Universitas 17 Agustus 1945 Semarang Retno Mawarini Sukmariningsih, dan Ketua PWM Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir.

Hendi sendiri selaku calon petahana Wali Kota Semarang mengaku tak kesulitan menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan.

Dirinya bahkan mengatakan bahwa semua hal yang ditanyakan sudah masuk dalam rencananya ke depan, sebagaimana garis besarnya telah dicatatkan dalam visi misi pasangan Hendi - Ita yang diserahkan kepada KPU.

"Visi misi kami kan memang berkesinambungan ya, dulu Semarang Hebat, sekarang Semarang Semakin Hebat, jadi saya rasa semua yang ditanyakan ini sebagian besar sudah kami rencanakan dalam poia pembangunan ke depan," ungkap Hendi.

Di sisi lain yang menarik, dalam debat publik yang diselenggarakan di Hotel Patra Jasa Semarang tersebut, Hendi sempat mengkoreksi beberapa pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Salah satunya ketika Hendi ditanya terkait angka putus sekolah yang dianggap tinggi, merujuk pada angka 'Rata - Rata Lama Sekolah' di Kota Semarang sebesar 10,67 tahun.

Pertanyaan itu pun langsung disanggah Hendi, karena menurutnya pertanyaan tersebut seharusnya merujuk pada angka 'Harapan Lama Sekolah', dan bukan menggunakan angka 'Rata-Rata Lama Sekolah'.

Halaman
12
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved