Berita Semarang
Menembus Banjir demi Target: Kisah Para Buruh Lamicitra Semarang yang Berjalan Kaki 500 Meter
Sejumlah buruh terpaksa harus berjalan kaki menerjang banjir di kawasan Komplek Industri Lamicitra Kota Semarang, Jumat (9/1/2026).
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah buruh terpaksa harus berjalan kaki menerjang banjir di kawasan Komplek Industri Lamicitra, jalan Coaster, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jumat (9/1/2026).
Pantauan Tribun Jateng di lokasi, menunjukkan sejak pagi hari sejumlah karyawan terpaksa memarkirkan kendaraan mereka di area depan gapura kawasan.
Dari titik tersebut, para pekerja berjalan kaki menembus genangan air untuk menuju ke masing-masing perusahaan tempat mereka bekerja.
Baca juga: Banjir Rob di Pelabuhan Tanjung Emas, Pelindo: Operasional Tetap Berjalan
Adapun sebagian tampak diantar-jemput truk box hingga area parkir.
Di gerbang masuk utama kawasan industri, tampak ketinggian air mencapai selutut orang dewasa.
Sementara itu, genangan semakin dalam ke arah dalam kawasan.
Sulistyo (45) bersama puluhan pekerja lain tampak turun dari truk box.
Dia mengatakan, perusahaan tempatnya bekerja terpaksa meliburkan karyawan karena kondisi banjir di area sekitar pabrik yang tinggi.
"Ini diminta Mister (bos) pulang, karena kebanjiran. Nah ini tadi saya masuk bantu beres-beres," kata Sulistyo yang mengaku bekerja di PT Grand Best Indonesia.
Sulistyo menyebutkan, banjir tersebut terjadi karena adanya tanggul jebol di depan Glory Industrial.
Ia mengatakan, ketinggian banjir di komplek tersebut mencapai paha orang dewasa.
Sedangkan di dalam pabrik masih aman, namun pihak pabrik melakukan antisipasi jikalau terjadi banjir susulan.
"(Barang-barang) diplastiki. Kalau-kalau ada (banjir) susulan, air naik, garmennya kan aman. Bosnya mintanya begitu," ujarnya.
Karyawan lain, Moh Nur Aminuddin mengatakan, banjir sudah diketahui sejak dini hari melalui pemberitahuan dari pihak kantornya.
"Informasi banjir sudah disampaikan sejak pagi. Ini tadi saya berangkat pukul 10 dari kantor pajak menuju ke kantor, karena memang ada pelaporan yang harus kami konsultasikan," jelas Nur Aminuddin.
| AKBP Basuki Dituntun 5 Tahun Atas Kematian Dosen Untag Semarang, Beraksi Kasar Saat Keluar Sidang |
|
|---|
| Kenapa Silayur Semarang Jadi Jalur Maut? Puluhan Korban Meregang Nyawa Tiap Tahunnya |
|
|---|
| Aksi Kasar AKBP Basuki di PN Semarang, Tepis Tangan Wartawan Wanita Sambil Berlari Menuju Mobil |
|
|---|
| AKBP Basuki Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Dosen Untag Semarang |
|
|---|
| Dinkes Kota Semarang Luncurkan Program Gemas, Ajak Masyarakat Mlaku Sehat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260109_Komplek-Industri-Lamicitra-Semarang-banjir_1.jpg)