Berita Video
Video Ekspor Kacang Tanah dari Pati ke Malaysia Meningkat
Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menghadiri kegiatan pelepasan ekspor komoditas kacang tanah Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jateng
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Berikut ini video ekspor tacang tanah dari Pati ke Malaysia meningkat.
Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menghadiri kegiatan pelepasan ekspor komoditas kacang tanah Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah, Selasa (17/11/2020).
Pada kesempatan tersebut, ia melepaskan truk kontainer yang mengangkut kacang tanah kering dari perusahaan eksportir, yakni PT Gunanusa Eramandiri, untuk diberangkatkan ke Malaysia.
Seremoni pelepasan ekspor dilaksanakan di Gudang PT Gunanusa Eramandiri, Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh Kabid Penyuluhan Pascapanen dan Bina Usaha Distanbun Jateng Farid Mufti, perwakilan Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, perwakilan perusahaan eksportir, dan perwakilan petani kacang mitra perusahaan.
Branch Manager PT Gunanusa Eramandiri, Candra Kristianto, mengatakan bahwa dalam kurun tiga tahun belakangan, kapasitas ekspor kacang tanah pihaknya senantiasa mengalami peningkatan.
“Awal pandemi sempat drop, sekitar tiga sampai empat bulan tidak bisa ekspor. Namun, Agustus mulai naik lagi. Maka tahun ini secara keseluruhan tetap ada perkembangan (kapasitas ekspor),” ucap dia.
Pada 2018, pihaknya mengekspor 536 ton kacang tanah. Pada 2019 meningkat menjadi 772 ton dan 2020 meningkat lagi menjadi 873 ton. Untuk 2021, pihaknya menargetkan minimal ekspor 1.000 ton kacang tanah kering.
“Seribu ton kacang kering ini nilainya setara dengan 6 ribu sampai 7 ribu ton kacang basah cabut,” ucap dia.
Ia mengatakan, produk kacang tanah yang ia ekspor seluruhnya telah mendapat penambahan nilai, bukan bahan mentah.
Bahkan, untuk pasar Eropa dan Amerika, produk yang dikirim ialah produk kemasan siap masuk toko.
Adapun negara-negara tujuan ekspor mereka ialah Singapura, Malaysia, Australia, Hongkong, Inggris, Kanada, Amerika Serikat, dan Belanda.
Candra menyebut, untuk mencukupi produksi kacang tanah ekspor, pihaknya tak hanya menggandeng mitra petani dari Pati. Melainkan juga dari Banyumas dan beberapa daerah di Sumatra serta Sulawesi.
“Karena kami berdiri di Pati, petani setempat tentu kami gandeng. Kami siap kembangkan yang ada di Pati. Kami akan koordinasi, apa yang bisa kita lakukan untuk menyejahterakan petani setempat,” ungkap dia.
Candra mengatakan, sesuai arahan Wakil Bupati Saiful Arifin, pihaknya akan berupaya menggandeng para petani muda untuk diajak bekerjasama.