Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Ungker Kuliner Ekstrem di Blora yang Banyak Diburu, Berani Coba?

Mereka menawarkan dagangan berupa kepompong ulat jati atau ungker. Kepompong berwarna cokelat pekat sangat terkenal di Blora untuk dikonsumsi.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Saat melintas di ruas Jalan Blora-Cepu akan menjumpai sejumlah kaum hawa di pinggir jalan.

Mereka menawarkan dagangan berupa kepompong ulat jati atau ungker.

Kepompong berwarna cokelat pekat sangat terkenal di Blora untuk dikonsumsi.

Baca juga: Viral Kecelakaan di Purwokerto Ayla Tabrak CBR, Tawari Ganti Rugi Mobil dan Rumah, Ini Kata Saksi

Baca juga: Respons Yoyok Sukawi Soal Rumor PSIS Semarang Rekrut George Kakak Jack Brown Timnas U-19 Indonesia

Baca juga: Nyawa Al Amin Tak Tertolong, Tubuh Jatuh dari Tebing 3 Meter Waduk Logung Kudus

Baca juga: Respons Kalimi Ayah Angkat Dicky Pelaku Pembunuhan DF Siswi Demak di Hotel Bandungan Semarang

kepompong ulat jati atau yang dijadikan makanan ekstrem di Blora
kepompong ulat jati atau yang dijadikan makanan ekstrem di Blora (TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI)

Ungker yang dibungkus daun jati, ditawarkan para penjaja seharga Rp 10 ribu. Dengan harga tersebut pembeli akan mendapatkan ungker sekitar satu ons.

Kesempatan untuk menikmati ungker hanya akan ditemui di awal musim hujan. Sebab, saat itu daun jati bersemi bersamaan dengan ulat jati yang berkembang biak.

Satu di antara penjaja ungker yakni Sundari.

Di awal musim hujan, ibu dua anak ini rutin mencari ungker untuk kemudian dijajakan di pinggir jalan Blora-Cepu.

Warga Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong itu mulai berburu ungker sekitar pukul 06.00 WIB.

Dia masuk ke hutan mencari pohon jati yang daunnya rusak karena dimakan ulat.

Di situ sudah pasti akan banyak ditemukan ungker di bawahnya.

Butuh tiga sampai empat jam bagi Sundari untuk berburu ungker di hutan.

Selepas itu, dia akan membersihkan ungker dari balutan tanah untuk kemudian dijajakan di pinggir jalan.

"Setelah cari ungker habis itu dikupas atau dibersihkan, soalnya ungkernya seperti dibalut tanah.

Maka harus dikupas dibersihkan," ujar perempuan 51 tahun saat ditemui, Kamis (19/11/2020).

Mereka yang membeli ungker tidak hanya masyarakat Blora saja.

Pengendara yang melintas dari luar kota tidak sedikit sejenak berhenti untuk membeli kepompong ulat jati.

"Yang beli tidak hanya dari Blora, tapi dari luar kota yang melintas banyak yang beli, misal dari Surabaya," ujar Sundari.

Untuk menikmati ungker, kata Sundari, paling tepat dioseng dengan bumbu rempah-rempah.

Cara masak tersebut sudah sangat masyhur di Blora.

"Memang biasanya dioseng," kata dia.

Selain Sundari, penjaja ungker lainnya yakni Patmi (50). Kaum hawa di desanya memang banyak yang berburu ungker.

Apalagi saat ladang maupun sawah sudah selesai masa tanam, mereka akan berbondong-bondong masuk ke hutan mencari tambahan peruntungan.

"Soalnya hasilnya lumayan," katanya.

Dalam sehari rata-rata para pemburu ungker bisa membawa pulang uang sekitar Rp 100 ribu.

Kalaupun ungker yang dijajakan tidak habis terjual, bisa dikonsumsi sendiri.

"Bisa buat tambah pendapatan, kalau tidak habis ya dimasak sendiri," ujar Patmi.

Selain mereka yang telah terbiasa mengonsumsi ungker, banyak pula yang penasaran untuk menikmati kuliner olahan dari kepompong ulat jati tersebut.

Satu di antaranya adalah Farida (23).

Gadis asal Pati ini sengaja berhenti untuk sekadar membeli ungker hanya karena penasaran akan kelezatannya.

"Penasaran karena aku ngga pernah makan.

Ini baru pertama kali,"  ujar Farida.

Bagi Farida, harga per bungkusnya yang hanya Rp 10 ribu itu sangat murah.

Lagi pula, tidak di setiap daerah penjaja ungker bisa ditemui.

"Katanya lezat.

Ini khas Blora," kata dia.(*)

Baca juga: Respons Deddy Corbuzier Soal Vicky Prasetyo Jadi Pacar Kalina Oktarani, Siapkan Tanggal Menikah

Baca juga: Cerita Mistis Warsino Gilo Gilo Keliling Malam di Semarang Tengah Dihadang Pria Bermuka Rata

Baca juga: Bak Film Aksi Kejar-kejaran Polisi Purbalingga Tangkap Pengedar Sabu, Berakhir Begini

Baca juga: Hendi Kembali Raih Predikat People Of The Year

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved