Penanganan Corona
Karimunjawa Nol Kasus Covid-19,Muh Ali: Penduduknya Lebih Mudah Diatur
Kasus Covid-19 di Karimunjawa masih terjaga nol persen pasca dibukanya kembali bagi wisatawan sejak 16 Oktober lalu.
Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Kasus Covid-19 di Kepulauan Karimunjawa masih terjaga nol persen pasca dibukanya kembali bagi wisatawan sejak 16 Oktober 2020 lalu.
Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jepara, Muh Ali menjelaskan, pihaknya tidak menemukan satu kasus pun sejak Kepulauan Karimunjawa dibuka kembali bagi wisatawan sebulan lalu.
Hal itu karena ketatnya protokol kesehatan yang dilakukan para penduduk di Karimunjawa.
"Penduduk Karimunjawa lebih mudah diatur sehingga kasus Covid-19 di sana bisa ditekan sampai nol," jelas dia, saat dihubungi Jumat (20/11/2020).
Ali menyampaikan, hasil evaluasi itu karena beberapa kebiasaan penduduk yang sudah dilakukan dengan selalu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.
"Penduduk di Karimunjawa sudah paham untuk menjaga jarak dan selalu memakai masker," ujar dia.
Terlebih, kata dia, tidak sulit untuk mencegah kerumunan di sana karena kegiatannya yang relatif lebih sedikit dibandingkan perkotaan.
"Kegiatannya juga di sana lebih sedikit daripada di daratan," ujar dia.
Biarpun kasus di Karimunjawa nol, namun diakuinya jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami tren kenaikan. Pasalnya Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, masih melakukan treking secara massal.
"Sudah dua minggu ini kami melakukan swab massal sampai 280 orang per harinya. Hasilnya 10-14 persennya positif," jelas dia.
Selain itu, pada pekan depan rencananya Dinas Kesehatan juga akan melakukan swab kepada tenaga pendidik.
Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi untuk kesiapan pembelajaran tatap muka di sekolah.
"Pembelajaran tatap muka di sekolah belum dimulai, tapi kami mengantisipasi kesiapan tenaga pendidik, stafnya di sekolah," ujar dia.
Berdasarkan data corona.jepara.go.id, jumlah terkonfirmasi positif mencapai 2.367 kasus per tanggal 19 November 2020.
Sebanyak 1.862 kasus atau sekitar 78,66 persen telah sembuh, dan 332 kasus lainnya masih menjalani perawatan. Sedangkan 173 kasus atau sekitar 7,31 persennya meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rapid-tes-di-karimunjawa.jpg)