Breaking News:

Berita Semarang

Ketua Relawan Hendi - Ita Ingatkan Warga Soal Pembagian Waktu Kehadiran Pemilih

18 hari jelang hari coblosan Pemilihan Wali Kota Semarang pada tanggal 9 Desember 2020, tim pemenangan Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu

IST
Ketua relawan pemenangan pasangan Hendi - Ita, Arnaz Agung Andrarasmara memberikan sosialisasi kepada masyarakat 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - 18 hari jelang hari coblosan Pemilihan Wali Kota Semarang pada tanggal 9 Desember 2020, tim pemenangan Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku telah mulai melakukan finalisasi kampanye ke beberapa wilayah.

Disebutkan oleh ketua relawan pemenangan pasangan calon petahana yang akrab disapa Hendi - Ita tersebut, Arnaz Agung Andrarasmara, tim telah mulai mendiskusikan terkait hal - hal tekhnis yang berkaitan dengan hari pencoblosan.

Diungkapkan Arnaz, selain memastikan masyarakat mencoblos Hendi - Ita melalui struktur partai politik, relawan juga mengupayakan hal serupa melaului tokoh masyarakat di wilayah masing - masing.

Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kota Semarang itu menyebutkan, tim pemenangan telah mengidentifikasi beberapa tantangan yang mungkin akan dihadapi masyarakat ke TPS pada tanggal 9 Desember 2020.

Arnaz menyoroti soal adanya point 'Waktu Kehadiran Pemilih' dalam undangan pemungutan suara kepada pemilih.

Menurutnya adanya point tersebut harus diperhatikan pemilih, agar kemudian saat datang ke TPS tidak berkerumun.

Pasalnya waktu tersebut ditetapkan supaya masyarakat dapat datang bergantian secara teratur ke TPS, demi memdukungnya berjalannya protokol kesehatan.

Namun di sisi lain, Arnaz juga mengingatkan bahwa warga tetap bisa menyalurkan hak suaranya, di luar waktu kehadiran, selama masih dalam batas waktu pencoblosan, yaitu pada pukul 07.00 sampai pukul 13.00.

"Jadi kalau waktu kehadiran pemilih mau dibagi, saya rasa ini sebuah hal yang positif, tapi kepada petugas di TPS harus ditekannkan bahwa di luar jam kehadiran itu, warga masih bisa mencoblos antara jam 7 pagi sampai 1 siang, supaya tidak ada miss komunikasi nantinya," sorot Arnaz.

"Kami sangat berharap sosialisasi dari KPU bisa maksimal terkait tekhnis - tekhnis pencoblosan kepada masyarakat, untuk meminimalisir hambatan mewujudkan kesuksesan Pilwalkot," tekannya.

Selain itu, Arnaz juga mengharapkan tokoh masyarakat di lingkungan bisa terus aktif mengingatkan warga untuk mencoblos pada tanggal 9 Desember 2020.

"Saya rasa waktu 5 jam yang diberikan untuk mencoblos bukanlah waktu yang sempit, maka dari itu mungkin nanti tokoh masyarakat juga bisa aktif mengajak masyarakat yang tidak kunjung meyalurkan hak pilihnya," katanya.

"Kalau melihat target paritispasi pemilih dari KPU yang cukup tinggi, sekitar 77,5%, maka semua pihak harus aktif berkontribusi mendukung target KPU tersebut," tambahnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved