Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kecelakaan

Kronologi Kecelakaan Honda City Terjun 10 Meter ke Parit Tol Tegal Hari Ini

Berikut kronologi kecelakaan tunggal Honda City di jalur Tol Pejagan-Pemalang km 277.800, Pesalakan, Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Tayang:

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Berikut kronologi kecelakaan tunggal Honda City di jalur Tol Pejagan-Pemalang km 277.800, Pesalakan, Adiwerna, Kabupaten Tegal, Minggu (22/11/2020) sore.

Sedan yang dikendarai Fahladi Tsaqaufi itu kecelakaan masuk ke dalam parit sedalam sekitar 10 meter di tepi jalan tol.

Akibat kecelakaan, mobil berpelat nomor B1384WBH yang membawa tiga penumpang berikut sopir ini mengalami kerusakan parah.

Bagian depan dan belakang ringsek, bodi mobil mengalami kerusakan.

Ban dan pelek juga terlihat penyok.

Fahladi menegaskan saat menyetir tidak dalam keadaan mengantuk.

Namun saat melewati jalur km 277 ini terdapat genangan air hujan.

Mendadak mobil yang dikendarainya tergelincir kehilangan kendali dan berakhir terjun ke parit. 

Padahal menurutnya usia ban mobil terbilang masih baru.

Karena belum lama ini diganti oleh Fahladi. 

Tidak ada korban jiwa atau luka parah dalam kecelakaan ini.

Fahladi bersyukur semua orang yang berada di dalam mobil selamat.

Mereka dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju ke Jakarta untuk urusan pekerjaan.

"Saya tidak shock, ya namanya musibah kalau ditanya kenapa ya sudah takdir saja.

Tapi yang terpenting kami semua selamat, tidak ada yang terluka parah dan sebagainya.

Kalau mobil bisa diperbaiki atau dibelikan yang baru, terpenting kita semua selamat," ungkap Fahladi kepada Tribunjateng.com

Proses evakuasi berlangsung kurang lebih satu jam karena terkendala parit yang dalam dan curam.

Sekitar pukul 17.45, tim evakuasi berhasil membawa mobil milik Fahladi ke atas. 

"Kecepatan saya tadi sekitar 100 km/jam.

Saya tidak berani terlalu ngebut karena habis hujan.

Dari Solo saya lewat jalan tol terus.

Kedua teman saya yang lain juga alhamdulillah tidak ada luka yang serius.

Setelah kejadian langsung dibawa ke rumah warga sekitar," ujarnya.

Terpisah, Kepala Cabang Pejagan-Pemalang Tol Road (PPTR), Ian Dwinanto, menjelaskan faktor utama terjadinya kecelakaan yang menimpa Fahladi diduga kondisi overspeed dan kurang antisipasi. 

Mengenai genangan air tak dapat dipungkiri pasti terjadi saat hujan lebat. 

Namun dapat teratasi saat hujan mulai reda, yang artinya air sebenarnya mengalir bukan tergenang. 

"Kami juga sedang melakukan mitigasi terkait fenomena aquaplaning ini.

Saat ini kondisi cuaca yang cukup ekstrem ditambah faktor pengemudi yang berkendara di atas kecepatan rata-rata memang menjadi masalah utama," tuturnya.

Dia menjelaskan PPTR sedang melakukan sejumlah perbaikan.

Di antaranya tutup lubang, leveling aspal, termasuk melakukan rekonstruksi ulang badan jalan yang memang mengalami deformasi.

Aquaplaning

Kecelakaan tunggal berupa selip saat melewati genangan air biasa disebut aquaplaning.

Kondisi ini disebabkan hilangnya traksi roda karena air biasanya terjadi hanya sebentar.

Namun kejadian itu sudah cukup membuat mobil bergeser keluar jalur dan bisa berakibat fatal.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan langkah pertama yang bisa dilakukan pengemudi saat mobil mengalami aquaplaning adalah dengan tidak panik dan tetap tenang.

“Saat aquaplaning terjadi lepas pedal gas, rem, dan kopling.

Jangan dilawan tapi diikuti saja sambil tahan posisi setir.

Ketika dapat traksi koreksi sedikit demi sedikit,” ujarnya seperti dikutip Kompas.com.

 “Paling penting jangan langsung injak rem atau deselerasi mendadak.

Karena kalau salah satu satu ban selip bisa mengakibatkan mobil melintir,” kata Sony.

Menurutnya, langkah paling aman untuk menghindari gejala aquaplaning adalah menurunkan kecepatan sebelum melewati genangan air.

“Kalau sudah terlihat ada genangan air, langsung lepas gas dan rem agar kecepatan berkurang.

Kalau sudah di atas air malah jangan direm karena roda bisa kehilangan traksi, kecuali sudah pakai rem ABS,” ucapnya.

Sony juga menambahkan, gejala aquaplaning marak terjadi pada mobil yang bannya sudah mulai aus.

Untuk itu ia menyarankan untuk selalu memantau kembangan ban dan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan.

“Cek alur ban dan tekanan angin, karena tekanan angin yang kurang akan membuat tapak ban bagian tengah tidak menapak sempurna.

Jadi air lebih banyak di daerah itu.

Pastikan alur ban masih cukup untuk jalur air saat melewati genangan,” jelasnya. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved