Berita Artis
Millen Akui Sering Diledek Bencong pas SMA, Ashanty Sebut Keponakannya Naksir Pria Sejak SMP
"Iya sejak SMA udah diledek kaya bencong. Sering digodain sama kakak kelas "bisa kali" sambil ditoel toel," cerita Millen Cyrus.
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - Millendaru menceritakan jika sejak duduk di bangku SMA, dirinya sering Diledek bencong.
Hal itu diceritakan Millen Cyrus saat menjadi bintang tamu di kanal Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Rabu (18/11/2020).
"Kamu pernah mengalami pelecehan?" tanya Denny Sumargo.
Artis yang memiliki nama asli Muhammad Millendaru Prakarsa itu pun menceritakan ledekan bencong yang ia dapatkan saat SMA.
"Iya sejak SMA udah diledek kaya bencong. Sering digodain sama kakak kelas "bisa kali" sambil ditoel toel," cerita Millen Cyrus.
Baca juga: Tagih Utang Rp 11 Juta Nyawa Melayang, Pelakor Emy Dibunuh Agus di Kos Ungaran Selepas Bercinta
Baca juga: Ruben Onsu Keluarkan Uang Rp 136 Juta per Bulan untuk Perawatan 4 Kuda
Baca juga: Viral Penjual Bakso Masukkan Lagi Daging Sisa Pembeli ke Dalam Dandang Jualan
Baca juga: Dari Tempat Persembunyian, Teman-temannya Cuma Bisa Menyaksikan saat SS Dipukuli hingga Tewas
"Oh kamu dari SMA udah kecewek-cewekan?" tanya Denny Sumargo.
"Iya dari SMP SMA. Cuman rambutnya kan gak bisa panjang karena enggak boleh kan di sekolah," lanjut Millen Cyrus.
Masa lalu Millen Cyrus itu juga pernah diungkapkan Ashanty dalam channel Youtube Hijau Musik, 12 September 2017 silam.
Saat kecil, Millen Cyrus senang memperhatikan Ashanty saat istri Anang Hermansyah itu sedang mengenakan make up.
"Aku bukan mau belain Millen. Aku cuma mau sedikit bercerita kenapa Millen lebih suka menjadi perempuan.
Dari kecil Millen ini sudah berbeda. Punya hobi nyanyi, lukis, dia suka lihatin kita lagi make up.
Dari dia TK, SD. Aku sempet ngeh, kok ini anak ngeliatin terus ya kalau aku make up," cerita Ashanty
Sejak saat itu, Ashanty mulai mengawasi gelagat Millen Cyrus.
"Dia nyanyi, mungkin anak SD nyanyi itu lucu ya. Tapi aku kaya udah ngelihat tanda itu tuh sampe ngebatin, 'aduh semoga enggak jadi gimana-mana'," lanjut Ashanty.
Tidak hanya itu, Ashanty menuturkan, saat Millendaru beranjak SMP. ia pernah curhat ke tantenya itu soal ketertarikannya.
"Waktu itu Millendaru enggak berani curhat ke siapapun. Apalagi ke bapaknya, karena kan terkenal keras. Terus dia curhat ke aku, 'tante aku tuh kok enggak suka sama permpuan ya. Aku kok kalau ngelihat laki-laki malah gimana gitu. Tapi kalau lihat perempuan biasa aja'," ungkap Ashanty membeberkan curahan hati Millendaru saat SMP.
Ashanty lantas menasehati baik-baik Millendaru yang saat itu masih SMP.
Ashanty meminta Millen untuk mencoba melawannya.
"Kamu harus enggak boleh diterusin. Kmau harus coba gimana lawan itu semua," demikian adalah nasehat Ashanty.
Saat itu Ashanty tidak mau terlalu keras, mengingat ayah Millen adalah sosok yang tegas.
"Daripada dia salah langkah, aku berusaha ngedengerin cerita-cerita dia. Walaupun pas dia beranjak SMA, aku tuh geleng-geleng kepala. Tapi aku enggak bisa ngomong apa-apa. Karena dia merasa berada di badan seorang lelaki, tapi dia itu perempuan," cerita Ashanty.
Ashanty sendiri sempat bingung saat memilihkan pekerjaan untuk Millen. Millen selalu menolk saat diberi pekerjaan lelaki.
Akhirnya Ashanty membiarkan Millendaru menekuni dunia design dan make up.
Namun lambat laun, Ashanty menjadi orang yang mulai tidak dipercaya Millendaru.
"Makin dia ke sini, aku udah bukan menjadi orang yang dia percaya. Aku mungkin terlalu banyak marah karena melihat lingkungannya, aku lihat teman-temannya. Dia jadi enggak nyaman sama aku," cerita Ashanty.
Pada akhirnya Ashanty memilih lepas tangan.
"Mendengar curhatan dia dengan kondisi yang tidak aku enggak bisa terima. Itu hal sulit. Aku enggak bisa melawan pikiran Millendaru yang merasa tubuhnya di tubuh yang salah," cerita Ashanty.
Ashanty mengaku sudah mencoba membimbing Millendaru.
"Ya aku sudah berusaha. Ya aku harus kembaliiin dia ke orangtuanya. Dan orangtuanya juga udah enggak didengar," tukas Ashanty.
Dari mulai menasehati, kecewa, menangis, hingga Ashanty ingin mencoba untuk tidak peduli dengan Millendaru.
"Tapi bagaimanapun kita enggak mungkin ninggalin dia," jelasnya.
(tribunjateng.com/jen)
Baca juga: Perjuangan Para Guru di Pedalaman, Gaji Habis untuk Beli Air hingga Bertahan di Desa Tanpa Daratan
Baca juga: Pemkab Batang Akan Gelar Rapid dan Swab Tets Untuk Pelajar di Pemberhentian Angkutan Umum
Baca juga: Zona Kuning Jadi Syarat Mutlak Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Batang
Baca juga: 419 Ribu Batang Rokok Ilegal Disita Bea Cukai Solo