Berita Sragen

Dedy Endriyatno Kecewa Kabupaten Sragen Cuma Raih Predikat Pratama KLA 2019

PLT Bupati Sragen, Dedy Endriyatno sampaikan dirinya sempat kecewa menerima ketika menerima predikat Pratama dalam Kabupaten Layak Anak (KLA).

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Suasana rapat koordinasi gugus tugas Kabupaten Layak Anak di aula Sukowati Setda Sragen, Senin (30/11/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – PLT Bupati Sragen, Dedy Endriyatno sampaikan dirinya sempat kecewa menerima ketika menerima predikat Pratama dalam Kabupaten Layak Anak (KLA).

Hal itu disampaikan PLT Bupati Sragen, Dedy Endriyatno ketika membuka rapat koordinasi gugus tugas kabupaten layak anak di aula Sukowati Setda Sragen.

"Kita sempat dibuat kecewa 2019 lalu, karena penilaiannya tidak sesuai dengan nilai yang kita harapkan. Kita ditempatkan di Pratama seharusnya kita di posisi madya," kata Dedy, Senin (30/11/2020).

Dedy KLA bukan hanya sekedar penghargaan, penilaian tapi harus mampu benar-benar mewujudkan Kabupaten layak anak.

Dirinya menyadari tantangan akan semakin berat setiap tahunnya untuk penilaian KLA, namun jika semua bisa bersinergi akan dengan mudah terwujud cita-cita.

"Semakin hari semakin berat memang. Dalam skala kecil saja, keluarga yang layak anak sudah mulai langka kita dapatkan. Pemenuhan gizi anak rendah karena ketidakpedulian orangtua," katanya.

Tantangan akan semakin sulit karena adanya Pandemi Covid-19. Dimana orangtua tidak bisa membatasi anak-anak bermain gadget setiap harinya.

"Dulu kita bisa membatasi anak untuk menggunakan handphone, tapi saat ini tidak karena setiap hari kita harus memfasilitas anak menggunakan handphone keperluan sekolah," lanjut dia.

Bukan hanya peranan dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Sragen namun butuh kolaborasi seluruh dinas.

Dari kolaborasi ini diharapkan masing-masing dinas tahu tugas, peranan dan harus bisa mewujudkan peranan tersebut.

Dari hasil rapat ini, Dedy mengharapkan adanya kesamaan persepsi dan komitmen. Konsistensi komitmen untuk bisa menindaklanjuti hasil evaluasi KLA 2019.

Selain itu, meningkatkan pemahaman dalam mengupayakan peningkatan capaian indikator KLA, meningkatkan koordinasi dalam pengembangan KLA.

"Menciptakan ide dan gagasan inovatif yang memperkaya upaya percepatan indikator-indikator pengembangan KLA. Semoga kita mendapatkan predikat Madya," pungkasnya.

Sementara itu, PLT Dinas P2KBP3A, Joko Puryanto mengatakan penilaian KLA tahun ini akan dilakukan selama 2 tahun, yakni 2020 dan 2021.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved