Berita Nasional
Alasan Teroris MIT Pimpinan Ali Kalora Bunuh Keluarga di Sigi, Ini Hasil Penyelidikan BNPT
Boy Rafli mengatakan, MIT yang dipimpin Ali Kalora selama ini bergerak di sekitar lereng Pegunungan Biru
Alasan Teroris MIT Pimpinan Ali Kalora Bunuh Keluarga di Sigi
Ini Hasil Penyelidikan BNPT
TRIBUNJATENG.COM - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT) menyebut kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur ( MIT) berupaya meninggalkan tak jejak saat mencari logistik dengan cara membunuh satu keluarga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
"Mereka tidak ingin meninggalkan jejak dari tindakan yang dilakukan.
Jadi mereka tidak ingin jejaknya diketahui dengan cara menghabiskan obyek yang mereka sasar," ujar Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Selasa (1/12/2020).
Boy Rafli mengatakan, MIT terlibat dalam tindak pidana pembunuhan terhadap warga sekitar Pegunungan Biru, Kabupaten Poso, sepanjang 2020.
Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Warga Berbondong-bondong Mengungsi
Baca juga: Disebut Jadi Pemeran Pria Video Syur Mirip Gisel, Ini Kata Penyanyi Josua March
Baca juga: Tiara Meninggal Sesaat Sebelum Akad Nikah, Kata Calon Suami Minum Racun, Ayahnya Sebut 2 Keanehan
Baca juga: 10 Orang Tewas di Tol Cipali, Mengapa Berkendara di Belakang Truk Berbahaya dan Tips Menghindarinya
Dari tindak pidana pembunuhan itu, antara lain tewasnya petani dan seorang purnawirawan TNI pada periode antara Agustus-September 2020.
Boy Rafli mengatakan, MIT yang dipimpin Ali Kalora selama ini bergerak di sekitar lereng Pegunungan Biru.
Mereka kerap berpindah satu sama lain dari lereng pegunungan sisi utara ke selatan.
Di lereng Pegunungan Biru ini terdapat Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.
Dengan kondisi ini, pergerakan dan perpindahan mereka meliputi kawasan yang cukup luas.
"Jadi mereka mobile di kawasan yang begitu luas. Satuan tugas hari ini terus mobile untuk menyasar ke berbagai sektor di kawasan lereng itu," kata Boy Rafli.
Ia mengakui, lokasi pelarian MIT merupakan medan yang cukup menyulitkan.
"Sekali lagi, ini medan yang tidak ringan karena ini medan pegunungan dan mereka sudah bertahun-tahun di kawasan itu," kata Boy Rafli.
Kasus ini terungkap setelah seorang anggota Polsek Palolo menerima informasi adanya kasus pembunuhan di Dusun Lima Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11/2020).
Saat polisi mendatang lokasi tersebut, ditemukan empat jenazah yang tewas secara mengenaskan.
Selain korban jiwa, di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga ditemukan tujuh rumah yang dibakar oleh Orang Tak Dikenal (OTK).
Sekitar pukul 18.00-23.00 Wita, petugas melakukan olah TKP.
Polisi juga mendapati keterangan dari lima saksi yang menyebut terduga pelaku kurang lebih sekitar 10 orang.
Di mana, tiga di antaranya membawa senjata api laras panjang dan dua senjata api genggam.
Berdasarkan keterangan mereka, terduga pelaku adalah kelompok teroris, Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
Hal itu diketahui setelah kelima saksi diperlihatkan Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh petugas.
Karopenmas Mabes Polri Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, aparat keamanan langsung melakukan pengejaran terhadap MIT pimpinan Ali Kalora.
"Saat ini sudah ada back-up kurang lebih 100 orang pasukan dari Satgas Tinombala, Brimob Polda Sulteng dan TNI untuk melalukan pengejaran terhadap kelompok Ali Kalora tersebut," ucap Awi. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul BNPT Sebut Teroris MIT Bunuh Keluarga di Sigi karena Tak Ingin Tinggalkan Jejak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sebuah-mobil-pasukan-brimob-polri-melintas-d.jpg)