Berita Viral
Viral Video Alasan Gus Dur Bubarkan Departemen Sosial: Karena Tikusnya Sudah Kuasai Lumbung
Di tengah berita penangkapan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara oleh KPK, beredar kembali cuplikan video KH Abdurrahman Wahid ( Gus Dur).
TRIBUNJATENG.COM - Di tengah berita penangkapan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara oleh KPK, beredar kembali cuplikan video KH Abdurrahman Wahid ( Gus Dur).
Pantauan pada Minggu (6/12/2020), nama Gus Dur menjadi trending topik di Twitter.
Seperti diketahui, penangkapan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara oleh KPK membuat publik terkejut beberapa hari belakangan.
Baca juga: Beredar Pesan WhatsApp 6 Pedoman Pemudik Ingin Masuk Solo, Benar atau Hoaks? Ini Faktanya
Baca juga: Masih Tertimbun Longsoran Sebagian, Kantor Balai Desa Wonokeling Karanganyar Tetap Buka
Baca juga: JK Blak-blakan Alasan Dukung Anies di Pilgub DKI Bukan Ahok, Mengaku Semua Demi Jokowi
Baca juga: Apakah Rizieq Shihab Hadiri Pemanggilan Polisi Hari Ini? Berikut Jawaban Pengacara
Juliari diduga terlibat dalam korupsi dana bantuan sosial (bansos) COVID-19 senilai Rp 17 M.
Lantas mengapa nama Gus Dur kembali diperbincangkan dan dikaitkan dengan kasus korupsi menteri sosial?
Hal itu karena lembaga negara ini sebelumnya pernah dibubarkan oleh Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Gus Dur yang baru sebulan menjabat sebagai presiden kala itu membubarkan Departemen Sosial.
Departemen Sosial saat ini dikenal sebagai Kemensos.
Kebijakan itu pada masanya sempat menuai kontroversi.
Pasalnya, Departeman Sosial adalah lembaga yang dibentuk untuk mengentaskan kemiskinan dan membantu warga tidak mampu agar tercapai kesejahteraannya.
Gus Dur tetap pada pendiriannya, hingga akhirnya mengungkapkan alasannya membubarkan Depsos.
Gus Dur menyampaikan alasannya itu dalam acara Kick Andy yang tayang di Metro TV pada 31 Desember 2009.
"Yang masih menjadi perdebatan sampai sekarang adalah ketika Gus Dur membubarkan Departemen Sosial dan Departemen Penerangan. Kalau Departemen Sosial dulu, apa alasan persisnya sementara banyak orang terlantar harus diayomi oleh departemen itu," tanya Andy F. Noya saat itu.
Gus Dur dengan gayanya menjawab pertanyaan Andy.
Ia gamblang menyebut jika departemen itu ia bubarkan karena ada indikasi korupsi.