Breaking News:

Berita Nasional

FPI Sembunyikan Rizieq Shihab, Kapolda Metro Jaya Ultimatum Jangan Halangi Petugas

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengimbau pemimpin FPI  Habib Muhammad Rizieq Shihab untuk hadir memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya ter

Editor: m nur huda
Tribunnews.com/Reza Deni
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menginjakkan kaki di Indonesia. Pantauan di lokasi, Habib Rizieq terlihat sekira pukul 09.40 WIB, Selasa (10/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengimbau pemimpin FPI  Habib Muhammad Rizieq Shihab untuk hadir memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus kerumunan massa saat pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat.

Fadil bahkan mengancam pihaknya tidak segan akan memberikan tindakan tegas jika Habib Rizieq tidak memenuhi panggilan polisi.

"Kami mengimbau kepada saudara MRS agar mematuhi hukum, memenuhi panggilan penyidik dalam rangka pemeriksaan," katanya di Polda Metro Jaya, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Oknum Anggota Polisi Bobol Mesin ATM di Depan Kantor Polsek, Aksinya Terbilang Rapi

Baca juga: Kesaksian Warga Dengar Tembakan di Tol, Mengira Penangkapan Teroris

Baca juga: Kapolri Perintahkan Anggotanya Waspada, Pakai Helm & Rompi Antipeluru Saat Patroli

Baca juga: China Ciptakan Matahari Buatan, Disebut 10 Kali Lebih Panas dari Inti Matahari

Fadil menyebut pihaknya bakal melakukan langkah hukum lanjutan jika Habib Rizieq kembali mangkir dari pemeriksaan.

"Apabila saudara MRS tidak memenuhi panggilan kami, tim penyidik akan melakukan langkah-langkah penegakan hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tutur mantan Kapolda Jawa Timur itu.

Berdasarkan aturan, polisi memang dapat melakukan penjemputan paksa terhadap seseorang yang telah dua kali mangkir dari pemeriksaan. Hal itu tercantum dalam Pasal 112 ayat (2) KUHAP.

Pasal itu berbunyi "orang yang dipanggil wajib datang kepada penyidik dan jika ia tidak datang, penyidik memanggil sekali lagi, dengan perintah kepada petugas untuk membawa kepadanya."

Fadil juga meminta kepada Habib Rizieq dan pengikutnya untuk tidak menghalang-halangi penyidikan kasus kerumunan massa ini.

Ia mengingatkan bahwa aksi menghalang-halangi petugas bisa berujung pada tindak pidana.

"Tindakan tersebut adalah tindakan yang melanggar hukum dan dapat dipidana dan apabila tindakan menghalang-halangi petugas membahayakan keselamatan jiwa petugas kami, saya bersama Pangdam Jaya tidak akan ragu untuk melakukan tindakan yang tegas," tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved