Breaking News:

Pilkada 2020

Kapolda Pastikan Pilkada Serentak di Jawa Tengah Berlangsung Aman

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi laksanakan asistensi pengamanan Pilkada serentak se-Jawa Tengah di wilayah hukum Polres Grobogan, Rabu (9/12/202

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi laksanakan asistensi pengamanan Pilkada serentak se-Jawa Tengah di wilayah hukum Polres Grobogan, Rabu (9/12/2020).

Pada tinjauannya tersebut, Kapolda Jateng didampingi Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.

Kapolda mengatakan netralitas adalah prinsip utama yang dijunjung Polda Jawa Tengah.

Baca juga: Jusuf Kalla Singgung Orang Terkaya di Negeri Ini Berbisnis Rokok: Saya Ikut Bersalah

Baca juga: Rudy Murka Pergoki Saksi Bajo di TPS 18 Ternyata dari Kudus: Saya Cuma Melindungi Warga

Baca juga: Pilwakot Semarang, Panser Biru Store Gelar Diskon Merchandise PSIS 30 Persen

Baca juga: Tak Punya Kerjaan Melaney Ricardo Kirim Whatsapp ke Wishnutama

Selain itu, Kapolda tidak ingin terdapat klaster baru pada pelaksaaan Pilkada di Jawa Tengah. 

Oleh sebab itu, Pihaknya telah  melakukan pengecekan pada seluruh anggota Polri dan semuanya dinyatakan sehat.

"Kami sudah lakukan Swab Anti Gen, semuanya menggunakan APD lengkap bahkan tak hanya anggota saja, termasuk masyarakat panitia dan pengawas semua menggunakan APD," jelas Kapolda.

Menurut Kapolda, langkah tersebut diambil untuk meyakinkan pada masyarakat bahwa semua anggota dalam keadaan sehat dan bebas covid 19. 

Polda Jateng memastikan protokol kesehatan 3M di setiap TPS telah dilaksanakan yakni  menyiapkan cek suhu, serta jadwal pemilih diatur per menit sehingga tidak terjadi penumpukan. 

Dari pantauannya sampai  saat ini telah  60 persen warga mencoblos di TPS dengan situasi sangat aman.

Khusus Grobogan, Polda Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan KPU setempat, agar masyarakat yang terkena Covid tetap dilayani hak pilihnya.

"Petugas KPPS akan datang dengan ditunjuk pendamping saksi dan ditunjuk wali oleh masyarakat yang sakit dengan menggunakan protokol kesehatan, tempat kita hampir 250 orang, ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang hak pilihnya di lindungi," paparnya.

Terkait daerah rawan, Kapolda menerangkan daerah rawan bencana di Jawa Tengah yaitu Klaten dengan bencana merapi terdapat empat TPS di satu desa.

Kemudian Boyolali terdapat sembilan TPS di tiga Desa dan satu Kecamatan.

"Kami sudah koordinasi dengan BPBD berikut pengawas dan panitia untuk tetap  jamin hak pilih di desa rawan bencana dan di tempat pengungsian. Semuanya itu sudah tidak ada masalah," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved