Breaking News:

Kesbangpol Jawa Tengah

 Peringatan Hari HAM Sedunia di Jateng, Buya Syafii: Korupsi Itu Sangat Merusak HAM

Buya Syafii menilai korupsi merupakan musuh utama dan terbesar bagi pelaksanaan HAM di Indonesia.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Suasana peringatan Hari Ham Sedunia di Gedung Gradhika Bakti Praja Pemprov Jateng. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii menilai korupsi merupakan musuh utama dan terbesar bagi pelaksanaan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

"Korupsi itu sangat merusak HAM. Koruspi itu sebabkan orang miskin. Dalam kabinet ada dua menteri tertangkap basah, dari dua partai berbeda. Setahun lalu saya sampaikan kepada presiden untuk memilih menteri yang betul-betul memiliki rekam jejak dan integritas baik," kata Buya Syafii saat menjadi pembicara secara virtual dalam peringatan Hari HAM Sedunia di Gedung Gradhika Bakti Praja kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Jateng, Jumat (11/12/2020).

Menteri atau pejabat yang korupsi, kata dia, juga telah melupakan sumpah jabatan dan pakta integritas.

Jika ini terus berlanjut, lanjutnya, ia khwatir bangsa Indonesia di usia 100 tahun kemerdekaan besok bukan lagi bangsa besar.

"Jangan harap Indonesia menjadi negara besar kelima dalam bidang ekonomi. Harus ada perbaikan yang signifikan. Pak Jokowi harus meninggalkan legacy warisan yang baik pada bangsa ini. Karena tidak ada beban di masa lampau," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Ketua PP Muhammadiyah ini juga menuturkan pelaksanaan HAM di Indonesia relatif agak baik. Namun ada sejumlah catatan yang diingat bangsa ini.

Antara lain persoalan pembunuhan aktivis Munir, buruh Marsinah, jurnalis Udin di Jogja yang belum selesai.

"Ujung dari pemberontakan PKI juga eksesnya banyak pelanggaran HAM. Saya dekat dengan mantan tokoh-tokoh anak PKI, mereka juga dekat dengan anak Jenderal A Yani dan mereka sudah berdamai, saling mengunjungi serta berkawan baik. Menurut saya ini perlu diselesaikan," ucapnya.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan peringatan hari HAM sedunia ini momentum untuk semuanya menjadi baik, mencari konstruksi bagaimana semuanya saling berkomunikasi dan memahami agar hak-hak dasar bisa telaksana dengan baik.

Kalau semuanya bisa berjalan, lanjutnya, semuanya akan menjadi tontonan indah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved