Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Anggota DPR Ini Sebut Siswi SMP di Kota Depok 70 Persen Sudah Tak Perawan: Ini Sangat Menyedihkan

Menurut Nur Azizah, banyaknya kasus remaja putri di Depok sudah tak perawan harus segera di atasi

Editor: muslimah
bangka post
Ilustrasi siswi SMP 

Anggota DPR Ini Sebut Siswi SMP di Kota Depok 70 Persen Sudah Tak Perawan: Ini Sangat Menyedihkan
 
TRIBUNJATENG.COM DEPOK - Maraknya pergaulan bebas di Kota Depok membuat banyak siswi SMP di Kota Depok yang sudah tak perawan.

Bahkan, jumlahnya tergolong fantastis. Ditengarai mencapai 70 persen.

"Saya mendapatkan informasi siswi SMP di Kota Depok diperkirakan 70 persen itu sudah tak perawan. Ini sangat menyedihkan bagi orangtua," kata anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PKS, Nur Azizah Tamhid dalam acara Diseminasi  Pembatalan Pemberangkatan Haji Provinsi Jawa Barat Tahun 2020, di Depok, kemarin.

Menurut Nur Azizah, banyaknya kasus remaja putri di Depok sudah tak perawan harus segera di atasi.

Baca juga: Yoyok Sukawi Buka Suara Soal Kiriman Karangan Bunga #2021BaliJatidiri ke Kantor Ganjar Pranowo

Baca juga: Ikatan Cinta Malam Ini 21 Desember: Aldebaran Bengong Ditanya Andin Soal Reyna, Kali Ini Akan Jujur?

Baca juga: Ganjar Kontak Yoyok Soal Karangan Bunga: Kalau Belum Bikin Surat Permohonan Jangan Ngomong Dulu

Baca juga: Ikatan Cinta Malam Ini 21 Desember: Aldebaran Bengong Ditanya Andin Soal Reyna, Kali Ini Akan Jujur?

Sebab hal itu menjadi salah satu penyebab perceraian di Kota Depok.

Oleh sebab itu, untuk mengatasinya sudah menjadi tugas bersama. Tidak hanya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, melainkan  juga orangtua.

"Orangtua memiliki peranan yang sangat penting untuk mengatasi anak-anak terjerumus pergaulan seks bebas. Ini harus segera di atasi agar generasi muda Depok berakhlak mulia," ujarnya.

Nur Azizah menambahkan bahwa pendidikan agama yang kuat dapat mengatasi remaja di Kota Depok terlibat dalam pergaulan seks bebas.

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa untuk mengatasi nafsu syahwat dapat dilakukan dengan cara berpuasa. 

Kemudian juga pengawasan orangtua terhadap putra dan putrinya dalam penggunaan gadget dan saat berselancar di dunia maya.

Sebab, konten asusila sangat mudah diperoleh di dunia maya dan media sosial.

Tak hanya itu, lanjut Nur Azizah, upaya tegas yang dapat dilakukan Pemkot Depok adalah melakukan pengawasan ketat tempat kos dan apartemen.

Kemudian pengurus lingkungan dapat memantau tempat kongkow para remaja yang ditengarai dapat terjadinya pergaulan seks bebas dan pengunaan narkoba.

Gugurkan Kandungan

Sementara itu dikutip dari Tribunnews.com, kisah siswi SMP hamil di luar nikah ingin mengugurkan kandungannya menjadi viral.

Kisah itu viral di media sosial Instagram dan Twitter setelah diangkat oleh dokter spesialis kandungan yang menangani siswi SMP itu, dr. Rizal Fitni SpOg.

Melalui kanal YouTube dokter itu, Rizal membeberkan kisah siswi SMP yang mengunjunginya itu.

Pada video itu, Rizal menjelaskan ada tiga siswi SMP yang mengunjung tempat praktiknya.

Dari 3 siswi SMP ini, satu diantaranya hamil di luar nikah tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Kunjungannya ke dokter, untuk memastikan apakah bayi yang ada di kandungannya sudah tidak ada.

Saat diulik lebih jauh oleh dokter Rizal, ternyata hubungan itu ia lakukan di rumah milik temannya, tanpa pengawasan orang tua.

Kepada Tribunnews, Psikolog dari Yayasan Praktek Psikologi Indonesia (YIPPI) Adib Setiawan memberikan tanggapannya terkait kisah viral siswi SMP ini.

Menurutnya, pola asuh orang tua sangat penting dalam mendidik seorang anak.

Pola asuh orang tua terbagi menjadi 3, yakni demokratis, otoriter, dan mengabaikan atau membebaskan.

Di sini, terlihat orang tua sangat membebaskan sehingga anak tidak tahu apa yang harus dilakukan," ucapnya.

Cara pola asuh orang tua seharusnya mengajarkan perilaku mana yang salah dan yang benar.

Berdasarkan keterangannya, perkembangan anak juga terdiri dari 3, yaitu fisik, kognitif, dan seksual.

Melihat video ini, menurutnya ketiga siswi SMP itu ingin mengembangkan seksual mereka.

Perkembangan seksual dapat diperlambat dengan perkembangan intelektual dan perkembangan moral.

"Perkembangan intelektual, artinya lebih banyak belajar, kedua, perkembangan moral."

"Bagaimana mengembangkan moral pada anak baik itu melalui agama, keluarga, maupun guru," jelas Psikolog ini.

Adib menuturkan jika ketiga siswi SMP ini mungkin kurang pengawasan dan kepedulian dari orang tuanya.

"Ketiga anak ini terlihat, seolah-olah orang tuanya kurang peduli, kedua mengabaikan, ketiga, orang tua barang kali cuma bisa melarang sehingga anak-anak ini takut," jelasnya.

Ia juga menuturkan beberapa pola asuh yang dapat dilakukan oleh orang tua.

Menurutnya, orang tua harus melatih anak untuk menjaga kehormatan diri yang perlu diajarkan sejak dini.

"Misalnya, ketika SD atau usia TK, anak-anak diajarkan supaya dilarang memegang alat vital,  jangan sampai alat vitalnya dilihat oleh orang lain," ucap psikolog yang membuka praktek di Klinik Terapi Anak dan Dewasa di Pondok Aren, Tangerang Selatan ini.

Lalu, perlunya mengajarkan anak soal berpakai dengan sopan.

"Ketika si anak tahu kesopanan seperti apa, tentunya ke depan, akan mempertahankan moral yang dimiliki, selain itu, anak perlu tahu yang boleh mencolek dia atau tidak, jadi anak diajarkan arti sebuah kehormatan dan harga diri."

"Sehingga, baik laki-laki atau perempuan, anak akan menjaga harta yang paling berharga, jangan sampai ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab mengaksesnya," kata Adib.

Adib mengaskan kembali pentingnya menumbuhkan rasa harga dini pada anak sejak dini.

"Rasa harga diri perlu dilatih sejak dini, entah itu pakai dialektika, diskusi dengan orang tua, atau cerita."

"Akhirnya anak-anak nantinya merasa menghargai apa yang dia miliki," ucap psikolog ini.

Selain itu, orang tua perlu berdiskusi dengan si anak betapa pentingnya anak-anak membangun cita-

"Bagaimana orang tua mengajak berdiskusi tentang pentingnya anak-anak membangun cita-cita," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Siswi SMP di Kota Depok Ditengarai 70 Persen Sudah Tak Perawan, Ada Siswi SMP Gugurkan Kandungan

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved