Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Viral di Nunukan Harga BBM Rp  35.000 Per Liter, Ternyata Ini Penyebabnya

Nunukan trending twitter, ternyata karena harga BBM yang mencapai Rp 35.000 per liter' Juga terjadi antrean panjang membeli BBM meski harganya meroke

Tayang:
Editor: m nur huda
Istimewa/ Kompas.com/Ahmad Dzulviqor
Suasana antrean panjang warga Krayan untuk mendapat 3 liter BBM, kondisi ini terjadi sejak dua pekan belakangan, visa pilot pengangkut BBM habis sehingga pesawat suplay digantikan dengan armada lebih kecil. 

TRIBUNJATENG.COM, NUNUKAN - Nunukan trending di media sosial Twitter, ternyata karena harga BBM yang mencapai Rp 35.000 per liter.

Juga terjadi antrean panjang membeli BBM meski harganya meroket.

"Saya sudah cek tiga kali. Ini benar berita tanggal 19 Desember 2020. Di Nunukan, Kalimantan Utara (saya kira tadinya di Jawa), harga BBM tinggi sekali. Pak  @jokowi  apa kabarnya BBM satu harga?,"  tulis politisi Partai Demokrat RachlanNashidik.

Seperti diberitakan Kompas.com, Harga BBM di dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mencapai Rp 35.000 per liter.

Baca juga: Arab Saudi Tutup Seluruh Transportasi Masuk Negaranya Menyusul Muncul Virus Corona Jenis Baru 

Baca juga: BIN Bantah Ada Anggotanya Ditangkap FPI: Untuk Apa Membuntuti, Ketemu Langsung Saja Bisa

Baca juga: Pesawat Lion Air Tergelincir di Lampung, Manajemen: Maaf Atas Ketidaknyamanannya

Baca juga: Viral Minum Air Putih Terasa Ada Cendol Saat Dimuntahkan Ternyata Cacing

Akibatnya antrean panjang pembelian BBM menjadi rutinitas warga di Krayan sejak dua pekan belakangan.

Untuk meminimalisasi keributan dan menertibkan antrean, Pemerintah Kecamatan Krayan mengeluarkan kartu kendali BBM.

Setiap pemegang kartu kendali mendapat jatah 3 liter BBM.

"Kami sudah lakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, kami juga sudah menghubungi pihak Pertamina. Masalah ini sedang dirapatkan dan akan ada solusi dalam waktu dekat," jelas Camat Krayan Induk Heberly.

Hal senada juga diungkapkan tokoh masyarakat adat Dayak Lundayeh, sekaligus anggota DPRD Nunukan daerah pemilihan Krayan, Welson.

Ia mengatakan antrean tersebut menjadi sebuah gambaran masih terisolasinya Krayan.

"Sekarang semua sulit, jalanan hancur karena musim hujan. Kita susah dapat kebutuhan pokok, ini lagi nambah satu masalah lagi, BBM langka. Tiap hari masyarakat antre sampai panjang sekali antrean," ujarnya, Jumat (18/12/2020).

Pilot Pesawat Pengangkut BBM Habis

Biasanya, menurut Welson, pesawat yang membawa BBM akan menyuplai 3.000 hingga 4.000 ton BBM.

Namun pesawat tersebut tak lagi jalan. Sementara pesawat suplai penggantinya hanya bisa mengangkut 1,2 ton sekali jalan.

"Kita memang sedang krisis BBM, pesawat yang biasanya menyuplai 3.000 sampai 4.000 ton sudah tidak jalan. Informasinya ada permasalahan di pilotnya, visanya habis, jadi pesawat suplai penggantinya membawa BBM dalam kapasitas lebih sedikit, hanya 1,2 ton sekali angkut," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved