Berita Pekalongan
Setelah Terjadi Bencana, Pemkab Pekalongan Baru Berencana Pasang Alat EWS di Desa Bodas Tahun 2021
Menurutnya, EWS ini untuk mendeteksi dini adanya bencana tanah gerak atau longsor yang terjadi di wilayah yang rawan bencana tersebut.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pasca terjadinya bencana tanah gerak di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan memasang early warning system (EWS).
"Insyaallah pada tahun 2021, EWS akan dipasang di Bodas," kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi kepada Tribunjateng.com, Selasa (22/12/2020).
Menurutnya, EWS ini untuk mendeteksi dini adanya bencana tanah gerak atau longsor yang terjadi di wilayah yang rawan bencana tersebut.
"Utamanya, di empat kecamatan yakni Kecamatan Kandangserang, Kecamatan Petungkriyono, Kecamatan Paninggaran dan Lebakbarang.
Tapi, diutamakan yang akan dipasang EWS dahulu yaitu di Desa Bodas," ujarnya.
Asip mengungkapkan, saat ini sudah memasuki bulan Desember, biasanya curah hujan sangat tinggi sekali.
"Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh aparatur pemerintah untuk harus bersinergi untuk mewaspadai hal tersebut," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo mengatakan, pemasangan EWS rencananya awal tahun 2021.
"Insyaallah bulan Januari 2021 akan dipasang EWS, diutamakan di Desa Bodas dahulu," kata Budi saat dihubungi Tribunjateng.com.
Pihaknya mengungkapkan, saat ini BPBD masih mensurvei lokasi yang nantinya akan dipasang EWS.
(Dro)