Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Sudah Bisa Layani RT-PCR, Klinik Prodia Kudus Kebanjiran Pengunjung

Laboratorium Klinik Prodia Kudus kebanjiran permohonan pemeriksaan reverse transcription polymerase chain reaction (RT - PCR) Covid-19 sejak dibukanya

Penulis: raka f pujangga | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Laboratorium Klinik Prodia Kudus menyediakan ruangan khusus untuk pengambilan spesimen, Kamis (24/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Laboratorium Klinik Prodia Kudus kebanjiran permohonan pemeriksaan reverse transcription polymerase chain reaction (RT - PCR) Covid-19 sejak dibukanya layanan kesehatan tesebut pada bulan September 2020.

Branch Manager Prodia Kudus‎, Andrianto Unggul Wibowo‎ mengatakan tingginya permohonan RT-PCR itu membuatnya harus melakukan penjadwalan ulang terhadap kliennya.

Pasalnya, pihaknya membatasi pelayanan tes swab tersebut untuk 20 orang pasien setiap harinya.

"Kami membatasi setiap hari hanya 20 orang saja, tetapi pasien yang datang bisa sampai 25 orang. Jadi kami jadwalkan ulang hari berikutnya," ujar dia, saat ditemui di Laboratorium Klinik Prodia Kudus, Kamis (24/12/2020).

Menurutnya, kebanyakan pengunjung yang melakukan RT-PCR tersebut karena kekhawatiran terkena Covid-19.

Kemudian setelah melakukan konsultasi ke dokter, pasien mendapatkan surat rujukan untuk melakukan RT-PCR.

"Kalau dulu karena ada keinginan perjalanan ke luar kota makanya tes swab. Tapi sekarang mereka ada rasa keingintahuan terkena Covid atau tidak," ujar dia.

‎Hasil pemeriksaan tersebut juga sudah bisa diketahui dalam kurun waktu tiga hari saja. Sampel dikirimkan lewat jalur darat ke DKI Jakarta.

"Karena alat pemeriksaan masih terpusat di Jakarta, jadi semua sampel dikirim lewat ekspedisi," ucapnya.

Andrianto menjelaskan, pelaksanaan pengambilan sampel itu dilakukan hanya satu jam pada pukul 10.00 - 11.00.

Guna mencegah antrean panjang, pihaknya memisahkan loket antrean untuk tes swab PCR tersebut.

"Khusus untuk tes swab kami memisahkan loket antreannya di belakang ‎jadi tidak bercampur dengan pemeriksaan lain," ujar dia.

Pihaknya menyediakan bilik khusus untuk pengambilan swab dari mulut dan hidung pasien.

Bilik transparan itu selalu disemprot cairan disinfektan usai dipakai untuk pengambilan sampel.

"Setelah digunakan kami semprot menggunakan cairan disinfektan. Petugas juga selalu menggunakan APD (alat pelindung diri-red) lengkap," ujar dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved