Pendidikan
STIE Bank BPD Jateng Tambah Dua Dosen Doktor Ilmu Manajemen
STIE Bank BPD Jateng menambah dua orang doktor sebagai dosen agar kualitas pendidikan di kampus itu meningkat.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekolah Tinggi llmu Ekonomi (STIE) Bank BPD Jateng terus meningkatkan kualitas para dosen dengan menempuh pendidikan doktor. Hal itu agar kualitas pendidikan di kampus yang terletak di Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Kota Semarang, juga meningkat.
Yang terbaru, STIE Bank BPD Jateng menambah dua orang doktor sebagai dosen. Keduanya yaitu Hidayat Dwi Suryanto yang baru saja meraih gelar doktor di Undip Semarang dan Yanuar Rachmansyah yang meraih gelar doktor dari UKSW Salatiga.
"Dengan adanya peningkatan kualitas dosen dari Magister menjadi Doktor ini, diharapkan kualitas pendidikan di STIE Bank BPD Jateng juga meningkat," kata Ketua STIE Bank BPD Jateng, Siti Puryandani kepada Tribunjateng.com, Minggu (27/12/2020).
Hidayat dan Yanuar merupakan dosen Program Studi (Prodi) Manajemen. Dengan adanya tambahan dua orang doktor tersebut, saat ini STIE Bank BPD Jateng telah memiliki delapan orang dosen yang sudah menyandang gelar doktor.
Jumlah doktor ini akan terus bertambah seiring beberapa dosen di Prodi Akuntansi maupun Manajemen yang menempuh pendidikan lanjutan dari Magister (S2).
Baca juga: Hattrick Aris Bawa Miks U35+ FC Taklukkan Tour FC
Baca juga: Pria Tangerang Lempar Bom Molotov ke Masjid Al-Istiqomah, Jamaah Sholat Isya Berhamburan Keluar
Baca juga: Pengen Bikin Teh Kombucha? Dosen FTP USM Ajarkan Cara Pembuatannya
"Kami targetkan pada 2021 mendatang, kami sudah memiliki profesor. Dengan begitu, akan meningkatkan nilai akreditasi perguruan tinggi kami," ucapnya.
Sementara itu, Hidayat Dwi Suryanto dalam disertasinya mengangkat kemampuan mengadaptasi solusi inovatif sebagai akselerator kinerja tenaga penjualan.
Dikatakannya, pengembangan konsep baru pada disertasi itu telah melalui serangkaian panjang proses menyintesis dan memadukan berbagai teori, baik itu teori dalam kategori teori dasar (ground theory) maupun teori rentang tengah (middle range theory).
Proses orkestrasi sejumlah teori dan penyelarasan dua teori utama dalam ilmu pemasaran, yaitu Service Dominant Logic dan Resource Advantage Theory of Competition Hunt dan Morgan sebagai teori jangkar/ rujukan dan beberapa teori rentang tengah.
Seperti service innovation, solution selling, adaptive capability, dan adaptive selling yang digunakan dalam pengembangan model yang akan menghasilkan konsep kemampuan mengadaptasi solusi inovatif sebagai variabel mediasi untuk menjelaskan inkonsistensi antara orientasi konsumen dan kinerja tenaga penjualan.
"Substansi inti dari konsep kemampuan mengadaptasi solusi inovatif adalah bahwa seorang tenaga penjualan haruslah mengoptimalkan potensi pengetahuan dan keahliannya secara terus menerus dan mengembangkan kemampuan terbaiknya sebagai modal dasar dalam mengungkit kinerjanya," paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kampus-stie-bpd.jpg)