Breaking News:

Berita Blora

Ada Sekitar 1.700 Lubang di Jalan Provinsi Menuju Blora

Kondisi jalan provinsi menuju Blora rusak parah di beberapa titik sejak meningkatnya curah hujan.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Jalan berlubang di ruas jalan provinsi Purwodadi-Blora. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Kondisi jalan provinsi menuju Blora rusak parah di beberapa titik. Kerusakan tersebut terjadi sejak meningkatnya curah hujan belakangan ini.

Seorang warga Blora, Jaryoko mengatakan, akibat jalan rusak warga Blora yang hendak ke Purwodadi atau Semarang sedikit terhambat. Biasanya untuk sampai Purwodadi dari Blora hanya sekitar 1,5 jam kini harus ditempuh lebih dari jua jam.

"Perjalanan tidak bisa cepat. Soale jalane berlubang. Ada juga yang bergelombang," ujar Jaryoko, Selasa (29/12/2020).

Kerusakan jalan diperparah saat hujan mengguyur. Pasalnya, kalau tidak ekstra hati-hati bisa jatuh karena kondisi jalan berlubang dan licin.

"Kemarin saya sempat jatuh di ruas jalan provinsi, tepatnya di wilayah Ngawen, Blora. Hujan, licin dan berlubang," kata dia.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi-Blora-Sragen, Joko Winangun mengatakan, kerusakan jalan memang terjadi di ruas jalan provinsi menuju Blora. Kerusakan terparah terjadi di Grobogan. Di antaranya di Godong dan Tawangharjo. Selain itu kerusakan juga terjadi di ruas Purwodadi-Klambu, tepatnya di wilayah Brati. Meski kerusakan juga terdapat di jalan provinsi yang masuk wilayah Blora.

"Karena curah hujan tinggi. Memang musuhnya aspal kan air. Kalau curah hujan tinggi bagaimana lagi. Setelahnya pasti muncul lubang secara bersamaan," kata Joko.

Joko menyebut, kerusakan jalan yang terjadi di ruas jalan Provinsi menuju Blora, utamanya di Grobogan,  tercatat ada sekitar 1.700 lubang. Sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan penambalan. Pekerjaan tersebut terus dikebut kecuali saat Minggu atau saat hujan sedang mengguyur.

"Saat ini masih tersisa sekitar 700-an lubang yang belum ditambal," kata dia.

Saat cuaca cerah, penambalan dilakukan dengan cara aspal hotmix. Akan tetapi saat cuaca kurang mendukung, penambalan dilakukan dengan diuruk menggunakan batu grosok.

"Kami masih nambal terus, pokoknya nambal terus," ujar Joko. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved