Berita Internasional
Perbandingan Matahari Buatan Korsel dan China, Apa Bedanya dan Apa Manfaatnya?
Lalu, apa bedanya matahari buatan Korsel dengan matahari buatan China? Berikut penjelasannya
Perbandingan Matahari Buatan Korsel dan China, Apa Bedanya dan Apa Manfaatnya?
TRIBUNJATENG.COM - Korea Selatan dan China sama-sama menancapkan tonggak sejarah baru bulan ini, dengan berhasil menyalakan matahari buatan.
Inovasi yang sebenarnya bernama reaktor fusi nuklir itu sukses dinyalakan China pada awal Desember, lalu diikuti Korsel kemarin (28/12/2020).
Keduanya pun mencatatkan pencapaian tinggi masing-masing.
Reaktor HL-2M Tokamak merupakan perangkat penelitian eksperimental fusi terbesar dan tercanggih di China, sedangkan perangkat fusi superkonduktor Korsel memecahkan rekor dunia.
Baca juga: Erdogan Ingin Perbaiki Hubungan dengan Israel, Dicurigai Ada Maunya
Baca juga: Daniel Mananta Kaget Dapat Kejutan Seperti Ini dari Gus Miftah saat Natal: Siapa yang Sangka?
Baca juga: 5 Kapal Asing Asal Malaysia & Vietnam Curi Ikan Ditenggelamkan, Lambung Diisi Pasir Lalu Dicor
Baca juga: Medina Zein Hangout Bareng Zaskia Sungkar Setelah Sempat Laporkan Irwansyah
Lalu, apa bedanya matahari buatan Korsel dengan matahari buatan China? Berikut penjelasannya.
1. Pembuat
Para ilmuwan di China bekerja mengembangkan versi yang lebih kecil dari reaktor fusi nuklir sejak 2006.
Mereka berencana menggunakan perangkat tersebut bersama para ilmuwan yang mengerjakan Reaktor Eksperimental Termonuklir Internasional (ITER).
ITER merupakan proyek penelitian fusi nuklir terbesar di dunia yang berbasis di Perancis, yang diharapkan selesai pada 2025.
China juga akan melanjutkan pembangunan China Fusion Engineering Test Reactor (CFETR) paling cepat tahun depan.
Pembangunan reaktor eksperimental tersebut membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun.
Sementara itu matahari buatan Korsel dibuat oleh Korea Superconducting Tokamak Advanced Research (KSTAR), memanfaatkan energi nuklir untuk menjadi perangkat fusi superkonduktor.
Karya mereka merupakan hasil studi bersama Seoul National University (SNU) serta Columbia University Amerika Serikat.
2. Durasi menyala
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/matahari-buatan-korea.jpg)