Kesbangpol Jawa Tengah
Gus Dur : Indonesia Ada Karena Adanya Keberagaman
Indonesia ada karena adanya keberagaman, maka kalau tidak ada keberagaman tidak perlu ada Indonesia, maka yang beda jangan disama-samakan dan yang sam
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Indonesia ada karena adanya keberagaman, maka kalau tidak ada keberagaman tidak perlu ada Indonesia, maka yang beda jangan disama-samakan dan yang sama jangan dibeda-bedakan.
Itulah pesan Gus Dur yang dikatakan Gus Wahyudi, FKUB Banyumas saat diskusi virtual dalam peringatan Hari HAM Sedunia di Gedung Gradhika Bakti Praja kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Jateng, Jumat (11/12/2020).
Menururtnya Indonesia tercipta karena dengan adanya kemajemukan, ini adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk kita semua.
"Dan NKRI adalah perjuangan dari pendiri bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya," ujar Gus Wahyudi.
Maka tugas kita sebagai generasi penerus bangsa adalah selalu menjaga dan merawat agar NKRI tetap menjadi rumah kita berdasarkan Pancasila, UUD 45 dan Bhinekaan Tunggal Ika
"Namun kemajemukan dalam satu sisi sebagai anugerah tapi di sisi lain bisa menjadi rawan konflik satu sama lain bila kita tidak bisa menjaganya," pesannya.
Maka diperlukan kerja sa sama anak bangsa untuk selalu memperkuat kebersamaan kita sebagai anak bangsa
Ditambah peningkatan peran tokoh agama untuk selalu membinbing umatnya agar bisa memahami nilai-nilai agama secara utuh
Selanjutnya nilai-nilai kemanusian bisa dijadikan sebagai tali pengikat kita sebagai anak bangsa
Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah ( Jateng) Ganjar Pranowo mengingatkan bahwa saat ini Indonesia sangat membutuhkan narasi yang positif baik di tontonan-tontonan yang baik di media sosial kita.
Video yang menentramkan bukan video yang menyakiti dan menyeramkan. Bila ada tokoh bicara yang baik kita viralkan jangan sebaliknya yang serem-serem yang kita viralkan karena bisa membuat resah dan anak-anak kecil kita sulit menyaringnya.
Demikian pesan Ganjar Pranowo saat membuka diskusi virtual dalam peringatan Hari HAM Sedunia di Gedung Gradhika Bakti Praja kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Jateng, Jumat (11/12/2020).
Ganjar menyebutkan, solusi penyelesaian hak asasi manusia ( HAM) di Indonesia terletak pada penyediaan ruang komunikasi yang baik.
“Hal ini sejalan dengan pelayanan publik agar hak-hak konstitusional warga tidak hilang,” jelasnya.
Oleh karena itu, Ganjar Pranowo mengingatkan bahwa peringatan hari HAM sedunia ini momentum untuk semuanya menjadi baik, mencari konstruksi bagaimana semuanya saling berkomunikasi dan memahami agar hak-hak dasar bisa telaksana dengan baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/diskusi-peringatan-ham.jpg)