Berita Solo
Irjen Pol Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Terorisme di Jawa Tengah
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan tidak ada ruang untuk terorisme dan intoleransi.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan tidak ada ruang untuk terorisme dan intoleransi.
"Tidak ada tempat bagi radikalisme, terorisme, dan premanisme di Jawa Tengah," ucapnya dalam Pres Release Akhir Tahun 2020 Polda Jawa di Gedung Borobudur, Rabu (30/12/2020).
Kapolda menyampaikan, meskipun terorisme menjadi ranah Densus 88, namun pihaknya tetap memberikan perhatian terhadap kasus terorisme.
Selain itu, Polda Jateng juga tidak membiarkan ruang intoleransi seperti yang terjadi di Solo.
Menurut jenderal bintang dua itu, kelompok-kelompok intoleran sulit diidentifikasi jika belum ada perbuatan yang dilakukan.
"Kalau belum ada perbuatannya bukan tindak pidana. Kalau sudah ada wujud perbuatan, sudah masuk pidana," jelasnya.
Namun, lanjut dia, terorisme menjadi bagian dari Bhabinkamtibmas untuk melakukan upaya preventif.
"Intoleran ini, beda dianggap musuh. Naik jadi radikal kalau bisa mengganti dasar negara, naik jadi teroris kalau sudah menggunakan alat," katanya.
Sementara, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyampaikan pihaknya mengantisipasi adanya aksi terorisme di Kota Solo jelang tahun baru.
Apalagi, beberapa waktu lalu diketahui Densus 88 Anti Teror baru saja mengungkap ada pelatihan Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah lokasi di Jawa Tengah.
Kapolresta menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan tim untuk penjagaan tahun baru nanti.
Tim ini bertugas untuk menjaga keamanan Kota Solo termasuk dari tindak pidana terorisme.
"Kami TNI dan Polri solid," jelas Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Selasa (29/12/2020).
Selain menyiapkan tim untuk menjaga pintu perbatasan, Kapolresta Solo juga menggandeng jogo tonggo dan masyarakat.
Hal tersebut sebagai antisipasi dan identifikasi awal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kapolda-jateng-irjen-pol-drs-ahmad-luthfi-tengah-didampingi-wakapo.jpg)