Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Polisi Tangkap Petani Temanggung Kasus Pengecatan Cabai Rawit, Bikin Heboh 3 Pasar di Banyumas

Polisi akhirnya menangkap seorang petani asal Temanggung yang diduga terlibat kasus pengecatan cabai, bikin heboh warga Banyumas.

Polisi akhirnya menangkap seorang petani asal Temanggung yang diduga terlibat kasus pengecatan cabai, bikin heboh warga Banyumas.

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Anggota Satreskrim Polresta Banyumas menangkap seorang petani cabai asal Kabupaten Temanggung.

Ia diduga menjadi pelaku kasus temuan cabai rawit bercat merah di tiga pasar tradisional di Kabupaten Banyumas.

"Untuk pelaku cat cabai sudah diamankan penyidik di Temanggung," kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry melalui pesan singkat, Kamis (31/12/2020).

Baca juga: Ini Kata Ahli Soal Video Viral Jasa Tambal Ban, Benarkah Tepung Tapioka Bisa Tambal Ban Tubeless?

Baca juga: Dua Sendang di Sudut Kota Semarang Ini Diyakini Warga Mampu Datangkan Jodoh dan Sembuhkan Penyakit

Baca juga: Permohonan Rapid Tes Antigen di RSUD Karanganyar Cukup Tinggi

Baca juga: Permohonan Rapid Tes Antigen di RSUD Karanganyar Cukup Tinggi

Berry mengatakan, terduga pelaku berinisial BN (35) berasal dari Desa Nampirejo, Kabupaten Temanggung.

Saat ini, polisi masih memeriksa petani tersebut di Temanggung.

"Saat ini kanit dan anggota masih di lokasi memeriksa saksi-saksi," ujar Berry.

Temukan Cabai Dicat

Sebelumnya, petugas Badan Pengawas Obat dan makanan (POM) menemukan cabai rawit yang diduga dicat merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banyumas.

Kepala Kantor POM Banyumas Suliyanto mengungkapkan, cabai dengan pewarna itu ditemukan di Pasar Wage Purwokerto, Pasar Cermai Baturraden dan Pasar Kemukusan Sumbang, Selasa (29/12/2020).

Bupati Banyumas, Achmad Husein bersama Kepala Loka POM Banyumas, Suliyanto saat menunjukan temuan cabai yang diduga dicat saat melakukan rilis di Pendopo Si Panji, Purwokerto, pada Rabu (30/12/2020).
Bupati Banyumas, Achmad Husein bersama Kepala Loka POM Banyumas, Suliyanto saat menunjukan temuan cabai yang diduga dicat saat melakukan rilis di Pendopo Si Panji, Purwokerto, pada Rabu (30/12/2020). (Tribun Jateng/ Permata Putra Sejati)

"Terjadi penjualan cabai yang diduga bukan pewarna makanan di beberapa pasar," kata Suliyanto.

Petugas menemukan cabai dengan pewarna itu di lima lapak pedagang yang tersebar di tiga pasar.

"Kalau dilihat fisiknya ini bentuknya seperti cat, karena kalau pakai pewarna makanan akan sangat sulit menempel.

Ini jelas bukan pewarna makanan," jelas Suliyanto.

Secara fisik, warna merah tersebut seperti cat kayu dan tidak bisa larut dalam air dan alkohol.

Namun, polisi bersama Badan POM akan melakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungan bahan pewarna pada cabai tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Yunianto mengaku baru pertama kali menemukan cabai yang diberi pewarna di pasar tradisional.

Cabai yang diduga di cat ditemukan di Pasar  Wage Purwokerto yang sedang diteliti oleh Loka POM Purwokerto, pada Selasa (29/12/2020).
Cabai yang diduga di cat ditemukan di Pasar Wage Purwokerto yang sedang diteliti oleh Loka POM Purwokerto, pada Selasa (29/12/2020). (Istimewa)

Yunianto menduga, cabai dengan pewarna itu untuk menyiasati tingginya harga cabai yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir.

"Harga cabai rawit akhir-akhir ini mengalami kenaikan.

Sebelumnya Rp 44.000 per kilogram (kg), kemudian naik drastis menjadi Rp 54.000 per kg, tertinggi sampai Rp 60.000 per kg, hari ini turun jadi Rp 56.000," ujar Yunianto.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Temuan Cabai Rawit Bercat Merah di Pasar Tradisional, Polisi Tangkap Seorang Petani"

Baca juga: Kusnadi dan Mardin Sudah Mencuri di 30 Rumah di Semarang , Ini yang Dilakukan Sebelum Beraksi

Baca juga: Ingin Tahu Hari Baik Anda di 2021 Berdasar Kalender Jawa? Ini Gambaran Cara Menghitungnya

Baca juga: Sepanjang Tahun 2020, Laptop Rp 4 Juta hingga Rp 5 Jutaan Paling Banyak Dicari di Semarang

Baca juga: Akhir Pekan Pasca Natal, Kawasan Siwata Dieng Diserbu 15 Ribu Wisatawan

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved