Breaking News:

Mengenal Smong Cara Kuno Masyarakat Indonesia Mengenal Tanda-tanda Tsunami

Nenek moyang yang hidup pada zaman dahulu sudah mempelajari soal tanda-tanda tsunami. Oleh masyarakat Pulau Simeulue, pengetahuan-pengetahuan soal ts

Twitter/Sutopo Purwo Nugroho
Video Gunung Anak Krakatau Terbaru. Saat longsor hingga sebabkan Tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018), Gunung Anak Krakatau yang tadinya memiliki tinggi 338 meter, kini hanya memiliki tinggi 110 meter. 

TRIBUNJATENG.COM- Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan gempa dan tsunami, mengingat letaknya di pertemuan empat lempeng tektonik dunia.

Yakni lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia ,dan Samudera Pasifik.

Data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, lebih dari 10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat (Arnold, 1986).

Tsunami di Indonesia sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu.

Nenek moyang yang hidup pada zaman dahulu sudah mempelajari soal tanda-tanda tsunami.

Oleh masyarakat Pulau Simeulue, pengetahuan-pengetahuan soal tsunami itu disebut sebagai Smong.

Hal itu lah yang menyelamatkan penduduk Pulau Simeulue dari tsunami Aceh yang terjadi pada tahun 2004 dan menewaskan sekitar 280.000 jiwa.

Padahal Pulau Simeulue yang terletak di barat daya Aceh, itu berada paling dekat dengan pusat tsunami. Namun tsunami Aceh 2004 hanya menelan 7 penduduk Simeulue.

Dikutip dari Lembaga Pengetahuan Indonesia, lipi.go.id, di pulau Simeulue, peneliti mendapati banyak endapan tsunami, catatan gempanya lengkap, dan ada pesan nenek moyang tentang tsunami yang terus dipatuhi masyarakatnya.

Dalam buku "Selamat dari Bencana Tsunami " disebutkan bahwa Pulau Simeulue berada paling dekat dengan pusat gempa bumi 26 Desember 2004.

Halaman
123
Penulis: Wilujeng Puspita
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved