Berita Pekalongan
Ini Penyebab Harga Durian Lokal Meroket di Karanganyar Kab Pekalongan
Cuaca exstem yang melanda Kabupaten Pekalongan ternyata tidak hanya menimbulkan bencana saja, akan tetapi juga membuat petani durian di Kecamatan Kara
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Cuaca exstem yang melanda Kabupaten Pekalongan ternyata tidak hanya menimbulkan bencana saja, akan tetapi juga membuat petani durian di Kecamatan Karanganyar gagal panen.
Akibatnya harga durian lokal menjadi naik drastis.
Wadiyo petani dan sekaligus pedagang durian lokal yang beralamat di Desa Pododadi, Kecamatan Karanganyar mengatakan kenaikan harga buah durian saat ini cukup drastis.
Penyebab kenaikan harga diantaranya karena musim kemarau tidak panjang dan sering turun hujan. Sehingga bunga buah durian tidak maksimal dan menjadikan bunga rontok.
"Kalau dahulu harga durian kualitas bagus Rp 100 ribu, sekarang naik menjadi Rp 125 ribu hingga Rp 150 ribu," kata Wadiyo kepada Tribunjateng.com, Minggu (3/1/2020).
Adapun kenaikan harga durian lokal dengan berbagai varian rasa tersebut cukup signifikan.
Harga seperti tahun sebelumnya Rp 50 ribu naik menjadi Rp 100 ribu. Begitu pula untuk durian lokal kualitas tinggi sebelumnya Rp 100 ribu bisa menjadi Rp 150 ribu.
"Meski terjadi kenaikan harga, namun permintaan buah durian tidak mengalami penurunan," imbuhnya.
Wadiyo mengungkapkan, walaupun harga duriannya mahal, namun ia menjamin untuk kualitas buah durian tersebut.
"Saya jamin kualitas rasa durian lokal enak, kalau tidak enak bisa ditukar," ungkapnya.
Ia menceritakan, duriannya ramai sejak dua bulan ini.
"Selama pandemi ini mulai ramai penjualannya dua bulan ini. Sehari bisa menjual 70 buah," imbuhnya.
Tahun ini berbeda dengan tahun yang lalu, biasanya bulan seperti ini bisa menjual 100 buah dalam sehari, sekarang hanya 70 buah.
"Hal ini, dikarenakan buah langka dan cuaca mempengaruhi," tandasnya.
Kemudian, durian yang sering dicari pembeli ialah durian yang warnanya kuning, manis, dan legit.