Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Banjir Terparah Melanda Desa Setrokalangan Kudus, Akses Jalan Tergenang Air: Harus Pakai Perahu

Sedikitnya 1.100 warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, terisolir sejak hari Sabtu (2/1/2021).

Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Mobil rombongan Istri Plt Bupati Kudus HM Hartopo terperosok ke dalam parit di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Senin (4/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sedikitnya 1.100 warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, terisolir sejak hari Sabtu (2/1/2021).

Hal itu terjadi karena jebolnya tanggul Sungai Gelis, Kabupaten Kudus, yang membuat air limpasan mengarah ke pemukiman warga.

Kepala Desa Setrokalangan, Didik Handono menjelaskan, warga yang terisolir terpaksa harus menggunakan perahu untuk melintas karena seluruh akses jalan tertutup.

"Sementara ini warga yang terisolir kalau mau keluar harus naik perahu‎," ujar dia, saat ditemui di Balai Desa Setrokalangan, Kaliwungu, Kudus, Senin (4/1/2020).

Kendati demikian, kata dia, banyak warganya yang enggan mengungsi dan memilih untuk bertahan di rumah.

Beberapa warga lainnya memilih untuk ‎berada di rumah tetangganya yang tidak terendam banjir.

"Pengungsi sampai sekarang tidak ada, karena mereka lebih memilih di rumah atau tetangganya," ucapnya‎.

Selain ribuan warga terisolir, banjir saat ini sudah merendam sebanyak 120 rumah yang berdampak kepada 500 jiwa penduduk.

"Banjir yang paling tinggi itu sampai 1,5 meter di dalam rumah.

Paling parah itu di Dukuh Setro," ucapnya.

Dalam kejadian banjir itu juga tidak ada kendaraan yang terendam karena pihaknya sudah mengantisipasi sebelumnya.

"Saya sudah umumkan di masjid-masjid bahaya banjir, semua kenda‎raan sudah diungsikan duluan di gudang," kata Didik.

Sementara itu, ‎Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan menjelaskan, terdapat lima desa yang terdampak banjir yakni Desa Setrokalangan, Garung Kidul, Kedungdowo, Banget, dan Blimbing Kidul.

"Totalnya ada sekitar 162 rumah yang terendam banjir," ujarnya.

Menurutnya, melihat tanggul yang belum diperbaiki maka diprediksikan debit air masing terus bertambah.

"Makanya kami siapkan lokasi pengun‎gsian di aula Kecamatan Kaliwungu, Gedung PGRI, balai Desa dan lainnya," ujar dia.

Pihaknya juga meminta bantuan logistik untuk membantu warga masyarakat yang terdampak banjir.

"Kami mengajukan permohonan bantuan beras yang totalnya sebanyak 2.202 kilogram," jelas dia.

(raf)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved