Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

BREAKING NEWS: Tembok Pembatas Jebol, 6 Rumah di Singocandi Kudus Terendam Banjir Setinggi 1 Meter

Sejumlah rumah warga di Desa Singocandi, Kecamatan Kota Kudus terendam banjir karena luapan Sungai Gelis, Jumat (9/1/2026) malam.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/dok. Polres Kudus
DEBIT AIR - Sejumlah anggota Polres Kudus tengah memantau debit air Sungai Gelis, Jumat (9/1/2026) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sejumlah rumah warga di Desa Singocandi, Kecamatan Kota Kudus terendam banjir karena luapan Sungai Gelis, Jumat (9/1/2026) malam.

Sebelum peristiwa tersebut, hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Kudus.

Baca juga: Sulistyo Diliburkan Gegara Pabriknya di Kawasan Industri Lamicitra Semarang Terendam Banjir

Kasat Samapta Polres Kudus AKP Noor Alifi yang berada di lokasi mengatakan, luapan Sungai Gelis terjadi di wilayah Desa Singocandi RT 8 RW 3.

Debit air yang meningkat mengakibatkan pagar tembok pembatas antara perumahan Singocandi dan Sungai Gelis jebol.

"Tembok itu roboh sepanjang sekitar 3 meter dengan tinggi 2 meter. Akibat kejadian tersebut, enam rumah warga tergenang air setinggi kurang lebih 1 meter," kata Alifi.

Akibatnya, lanjut Alifi, enam keluarga terdampak banjir terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga terdekat demi menghindari risiko lebih lanjut.

Selain di Singocandi, peningkatan debit air Sungai Gelis juga terpantau di sejumlah titik lain. Di antaranya Dukuh Kuanaran Kelurahan Kajeksan, kawasan Jembatan Taman Siswa, Desa Demangan, Desa Demaan RT 4 RW 5, dan Kelurahan Sunggingan. 

"Meski debit air meningkat di wilayah tersebut, kondisi permukiman warga di lokasi tersebut masih terpantau aman," katanya.

Selanjutnya, di RT 1 RW 3 Desa Demangan, Kecamatan Kudus Kota peningkatan debit air menyebabkan jalan pinggir Sungai Gelis tergerus dan berlubang sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 1,5 meter. 

"Namun ketinggian air masih berjarak dari bibir sungai sehingga belum berdampak pada rumah warga," katanya.

Peristiwa ini membuat aparat kepolisian bersiaga di lokasi rawan banjir. 

Baca juga: Menembus Banjir demi Target: Kisah Para Buruh Lamicitra Semarang yang Berjalan Kaki 500 Meter

Pihaknya juga melalukan pengawasan intensif.

"Kami lakukan monitoring intensif dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air susulan," kata AKP Alifi.

Hingga saat ini cuaca di wilayah Kecamatan Kota Kudus masih mendung dan potensi hujan.

Polisi mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved