Breaking News
Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Cerita Arofatur Warga Pekalongan Tertipu Kasur Spring Bed Palsu, Berisi Kardus dan Kayu

Nasib miris dialami Arofatur Rohman warga RT 2 RW 9, Kelurahan Kertoharjo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang membeli tempat tidur baru

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Nasib miris dialami Arofatur Rohman warga RT 2 RW 9, Kelurahan Kertoharjo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang membeli tempat tidur baru atau springbed.

Pasalnya, niat bisa beristirahat di kasur baru malah urung karena springbed yang dibeli ternyata abal-abal alias palsu.

Bahkan, ketika springbed itu dibuka, isinya bukan seperti springbed seharusnya melainkan berisi kardus yang hanya disanggah dengan balok kayu.

Baca juga: Jangan Mau Masuk Terminal Terboyo Semarang Lagi, Banyak Preman dan Calo Tiket: Pakai Terminal Resmi

Baca juga: Kecelakaan di Tol Tembalang Semarang, Nofa Tewas Tergencet Bodi Mobil

Baca juga: TNI Polri Dikatai Perkumpulan Orang Tolol, 3 Pemuda Ini Nangis Sesenggukan Minta Maaf

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Nissan Livina Berisi Sekeluarga Asal Malang di Tol Sragen

Arofatur Rohman mengatakan, awalnya, ia tidak tahu kalau kasur springbed itu palsu. Karena, dari tampilan bagus dan ada promo.

Selain itu juga, istri minta dibelikan kasur baru

Bahkan, lebih menyakinkan lagi ada garansi 3 tahun dan apabila rusak bisa diganti.

"Jadi ceritanya itu tiga hari yang lalu, waktu saya di rumah ditawari kasur springbed sama orang dengan harga sangat murah karena masih promo cuci gudang," kata Arofatur saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (4/1/2021) siang.

Kemudian, karena bentuk kasur itu bagus dan istri ingin kasur baru akhirnya ia menawar barang tersebut.

"Saya tanya harganya berapa? Penjual bilang harganya Rp 1,2 juta.

Terus saya tawar hingga Rp 700 ribu tapi penjual tidak mau. Harga pas nya Rp 900 ribu," imbuhnya.

Arofatur menceritakan, kalau dengan harga Rp 900 ribu ia tidak mau membayar lunas, kemudian penjual menawari untuk kredit.

"Penjual minta dp atau uang muka Rp 300 ribu dan nantinya tiap bulan membayar Rp 50 ribu. Saya, akhirnya mau kalau kredit."

Ia mengungkapkan, penjual tahu kalau barang yang dijual itu palsu, akhirnya bertanya tentang burung peliharaannya.

"Karena sing dodol reti (karena yang jual tahu) springbed palsu, menawar burung peliharaannya.

Saya jawab burung itu harganya Rp 600 ribu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved