Breaking News:

Berita Batang

Kisah Konflik Antar Petani di Perbatasan Kabupaten Batang dan Banjarnegara

Ingatan Slamet Kajar, warga Desa Gerlang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, mengenai mencekamnya suasana desa Oktober 2019 lalu masih kuat.

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Ingatan Slamet Kajar, warga Desa Gerlang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, mengenai mencekamnya suasana desa Oktober 2019 lalu masih kuat. 

Slamet juga mengingat banyak petugas dari Polri dan TNI yang diterjunkan untuk siaga di desa selama hampir dua pekan. 

Hal itu lantara terjadi konflik antar petani di perbatasan Kabupaten Batang dan Banjarnegara. 

Bahkan konflik yang belum jelas sebabnya itu, membuat massa melakukan perusakan lahan pertanian kentang dan gubuk milik petani. 

Kerugian atas insiden itu pun ditaksir hampir Rp 1 miliar, karena 48 gubuk yang berisi alat pertanian dibakar dan puluhan hektar areal pertanian kentang rusak. 

Diketahui tanah di Desa Gerlang merupakan tanah bertuah, pasalnya, perputaran uang yang memanfaatkan lahan lewat pertanian kentang di desa tersebut bisa mencapai Rp 23 miliar setiap bulannya. 

Dengan luasan sekitar 1.928 hektar, mayoritas pendukung menggarap lahan yang sebagian milik Perhutani. 

Slamet menuturkan, saat insiden tersebut terjadi, ada sejumlah massa mendatangi desa dan menuju ke lahan pertanian. 

"Mereka dari mana kami juga belum jelas, namun ada warga yang bilang mereka dari Banjarnegara," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Senin (4/1/2021).

Raut muka Slamet pun semakin menjadi-jadi saat ia menceritakan massa membakar puluhan gubuk dan merusak lahan kentang. 

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved