Berita Sragen
4 Hari Berlalu, Identitas Mayat Perempuan di Bengawan Solo Masih Misterius
Polisi belum bisa memastikan identitas sosok mayat perempuan di Bengawan Solo, wilayah Kabupaten Sragen.
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Polisi belum bisa memastikan identitas sosok mayat perempuan di Bengawan Solo, wilayah Kabupaten Sragen.
Mayat perempuan misterius itu ditemukan dalam kondisi mengapung di sungai, pada Sabtu (2/1/2021).
Lokasi penemuan tepatnya di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan.
Baca juga: Inilah Top 13 Indonesian Idol 2021 Lolos Babak Spekta 1
Baca juga: Mbah Margono Solo Hilang, Tetangga Dengar Suara Rintihan, Ternyata Terjepit di Sela Rumah
Baca juga: Kecelakaan di Tol Tembalang Semarang, Nofa Tewas Tergencet Bodi Mobil
Baca juga: Jangan Mau Masuk Terminal Terboyo Semarang Lagi, Banyak Preman dan Calo Tiket: Pakai Terminal Resmi
Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi menjelaskan hingga kini belum ada laporan warga hilang.
"Kami berharap warga yang kehilangan anggota keluarganya, khususnya berkelamin perempuan, agar menghubungi kami," ujar dia, Selasa (5/1/2021).
Ciri mayat meliputi:
- tinggi badan sekitar 165 cm
- usia sekitar 50 tahun
- baju batik cokelat
- rok putih keabu-abuan
Kini, sambung AKBP Ardi, mayat tersebut masih dalam proses autopsi.
Proses autopsi tetap dilakukan meski secara kasat mata tak ditemukan adanya tanda penganiayaan.
Sebelumnya diberitakan, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan di aliran Sungai Bengawan Solo Dukuh Payungan RT 30, Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen.
Jenazah ditemukan oleh tim gabungan relawan wilayah Mantingan, Ngawi, Sabtu (2/1/2021) petang setelah mendapatkan laporan dari Pusdalops BPBD Sragen.
Setelah korban ditemukan di titik tersebut, tim PMI Sragen dan Puskesmas Sambungmacan 2 menuju lokasi guna melakukan assessment dan membantu evakuasi korban.
Menggunakan ambulans rescue medic Alfa 02 PMI Sragen lengkap dengan memakai APD level 1 dan 3 sesuai protokol kesehatan masa pandemi Covid-19, tim melakukan evakuasi.
Berkoordinasi dengan petugas Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, Sragen korban langsung dilarikan ke kamar jenazah.
"Korban di evakuasi oleh tim Alfa 02 menuju ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, Sragen untuk penanganan identifikasi lebih lanjut," kata Ketua PMI Sragen Ismail Joko Sutresno.
Korban ditemukan mengenakan celana jeans berwarna biru, baju batik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/proses-evakuasi-mayat-tanpa-identitas-di-aliran-sungai-bengawan-solo.jpg)