Breaking News:

Berita Regional

Istri Digoda Orang Nongkrong, Seorang Kades Ngamuk Bawa Massa Keroyok 2 Warga

Seorang kepala desa (Kades) mengajak massa untuk mengeroyok dan membacok warga. Penganiayaan itu dipicu lantaran pelaku tak terima istrinya diteriaki

Editor: m nur huda
Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, BULUKUMBA - Seorang kepala desa (Kades) mengajak massa untuk mengeroyok dan membacok warga.

Penganiayaan itu dipicu lantaran pelaku tak terima istrinya diteriaki di Dusun Waecenning, Desa Balampesoang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Akibat kejadian itu, Kades Balampesoang bernama Herman itu harus meringkuk di balik jeruji besi.

Baca juga: Inilah Daerah di Jateng yang Diberlakukan PSBB, Semarang Raya, Banyumas Raya, Kota Solo

Baca juga: Identitas Jenazah Pria Luka Bakar Sekujur Tubuh Belum Diketahui, Diduga Korban Bunuh Diri 

Baca juga: Pramugari Tewas di Bak Mandi Hotel, Diduga Digilir Sekelompok Geng Saat Malam Tahun Baru

Baca juga: Gisel Buka Suara: Minta Maaf Pada Anak Saya, Mas Gading, Wijin, Orangtua Saya 

Herman mengajak sejumlah warganya untuk mengeroyok Suardi, dan Arifuddin, yang telah menyoraki istrinya, Selasa (8/12/2020).

Akibat kejadian itu, Suardi mengalami luka bacok di punggung, dan harus menjalani perawatan di RSUD Bulukumba, sementara Arifuddin dipukul hingga lebam di bahu, badan, kepala dan leher.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel Kompol Suprianto mengatakan, kejadian itu bermula saat istri kades itu diteriaki oleh dua korban yang sedang menongkrong.

Tak terima, istrinya pun mengadu ke suamianya. Mendengar itu, Herman lantas emosi dan menyuruh satu warganya untuk mengeceknya.

"Namun lama tidak kembali, akhirnya kades menyusul membawa puluhan orang menggunakan mobil ke lokasi," kata Suprianto, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (6/1/2020).

Saat tiba di lokasi, sambung Suprianto, terjadi keributan. Salah satu warga yang ikut yakni Nure, lalu membacok korban Suardi di punggung.

Lima orang diproses hukum

Suprianto mengatakan, dari puluhan orang yang terlibat penganiayaan itu, hanya lima orang yang diproses hukum.

Dari lima orang tersebut, tiga yang baru ditangkap. Satu di antaranya yakni Herman, Kepala Desa Balampeosang, dan telah ditahan di Polda Sulsel. Sedangkan dua lainnya masih buron.

"Masih ada dua yang DPO yakni A dan G," ungkapnya.

Atas perbuatan pelaku dijerat Pasal 170 ayat 1 KUHP serta Pasal 351 ayat 1 dan ayat 2 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ajak Massa Keroyok dan Bacok Warga, Kades Ini Ditangkap Polisi, Begini Kronologinya"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved