Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Badminton

Daftar 8 Pebulutangkis Indonesia Terbukti BWF Lakukan Pengaturan Skor, Pernah Tandem Marcus Minions

Delapan pebulu tangkis Indonesia terlibat pengaturan skor. Demikian diungkapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Editor: galih permadi
BADMINTON INDONESIA
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, saat menunjukkan aksinya pada final Kejuaraan Beregu Asia 2020 di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, Minggu (16/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM - Delapan pebulu tangkis Indonesia terlibat pengaturan skor.

Demikian diungkapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Melalui laman resminya, BWF mengumumkan dua kasus integritas atlet bulu tangkis pada Jumat (8/1/2021).

Kedua kasus itu melibatkan whistleblower yang melaporkan informasi kepada BWF tentang perilaku korup, termasuk memanipulasi pertandingan demi uang.

Sidang kedua kasus itu sudah rampung digelar pada akhir 2020.

Pihak BWF menegaskan telah melibatkan berbagai pihak dalam melakukan investigasi soal kasus ini.

"Delapan pemain Indonesia yang saling mengenal dan berkompetisi di turnamen internasional level bawah di Asia hingga 2019 melanggar aturan integritas BWF terkait pengaturan pertandingan, memanipulasi pertandingan, atau taruhan bulu tangkis," demikian pernyataan resmi BWF.

Kedelapan pemain bulu tangkis Indonesia itu adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima Rahmanto Putra.

Selain itu, BWF mengungkapkan tiga dari delapan pemain terbukti melakukan koordinasi pengaturan skor kepada orang lain.

Ketiga atlet itu adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, dan Androw Yunanto.

Sebagai akibat, ketiganya dilarang bertanding dan melakukan semua kegiatan yang berhubungan dengan bulu tangkis selamanya.

Lima pemain lainnya dijatuhi hukuman skorsing antara enam sampai 12 tahun.

Tidak hanya diskors, kelimanya masing-masing didenda antara 3.000 dolar AS (sekitar 42 juta rupiah) hingga 12.000 dolar AS (168 juta rupiah).

Dari 8 pemain yang terlibat, nama Agripinna Prima Rahmanto Putra menjadi yang paling disorot.

Dia pernah menjadi tandem Marcus Fernaldi Gideon (yang sekarang berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo) dan meraih prestasi pada era 2011-2012.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved