Breaking News:

Berita Semarang

Penerapan PSBB Jawa Bali, Frans: Kedepannya Jangan Sampai Ada Kebijakan PSBB Lagi 

Ketua Apindo Jateng Frans Kongi menyayangkan adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Ketua Apindo Jawa Tengah, Frans Kongi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah (Apindo Jateng), Frans Kongi menyayangkan adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Pusat di wilayah Jawa dan Bali pada 11 hingga 25 Januari 2021 mendatang, di tengah sudah mulai menggeliatnya kembali dunia usaha. 

Dengan adanya kebijakan PSBB, Frans menilai hal ini tentunya akan sangat berdampak pada pergerakan aktivitas para pengusaha. 

“Kami tentunya menyayangkan adanya kembali kebijakan ini dan kami berharap kedepannya jangan sampai ada lagi kebijakan PSBB semacam ini. Mengingat saat ini kegiatan ekonomi sudah mulai bergeliat kembali dan sudah banyak juga mitra dagang kami yang di luar negeri yang sudah mulai bergerak. Sehingga ketika diberlakukan PSBB lagi, kami khawatir hal ini akan menghambat dan membuat ekonomi kedepannya mandek kembali,” ujar Frans kepada Tribun Jateng, Jumat, (8/1/2021). 

Hal ini disesalkannya, mengingat saat ini sudah mulai bertumbuh kembali kegiatan ekspor dan impor di Jateng sekira 30 hingga 40 persen. Tak hanya itu saja, Frans juga mencemaskan adanya kebijakan ini dapat membuat daya beli masyarakat kembali mengalami penurunan, seperti kondisi di awal pandemi covid-19.

“Melalui kebijakan ini, kami meminta pemerintah untuk semakin serius dalam meningkatkan protokol kesehatan di masyarakat. Jangan sampai pemerintah memberikan toleransi kepada para pelanggar protokol kesehatan, dengan harapan setelah diberlakukannya PSBB Jawa Bali ini keadaan akan semakin membaik dan kegiatan ekonomi dapat semakin bertumbuh,” terangnya.

Sementara itu, menurut Frans, hingga saat ini para pelaku usaha sudah berjuang untuk menerapkan protokol kesehatan selama melangsungkan aktivitas. Dengan harapan tidak munculnya klaster penyebaran virus covid-19 di lingkungan tempat kerja. 

Adapun selama diberlakukannya PSBB Jawa Bali ini, para pengusaha yang tergabung dalam Apindo Jateng akan terus berproduksi, sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan. 

“Kami tentunya optimis di tahun 2021 setelah adanya PSBB ini dan juga vaksin covid-19, kami akan bisa berlari kembali untuk mengejar ketertinggalan dunia usaha. Apalagi melihat akan adanya investasi di Jateng seperti di Batang dan wilayah lainnya yang tentunya akan turut menumbuhkan ekonomi,” imbuhnya.

Terkait dengan perkembangan dunia usaha di tengah pandemi ini, Frans juga berharap pemerintah terus mendorong para pelaku usaha melalui pemberian stimulus-stimulus yang ada, guna menguatkan pergerakan dunia usaha. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved