PSBB Jawa Bali
Penutupan Sembilan Ruas Jalan di Semarang Berlaku Mulai Hari Ini, Tiga Jalan Tutup 24 Jam
Sedangkan tiga jalan lainnya, yakni Jalan Tanjung, Jalan Lamper Tengah Raya, dan Jalan Supriyadi ditutup selama 24 jam
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penutupan sembilan ruas jalan di Kota Semarang mulai diterapkan dalam rangka mendukung kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Senin (11/1/2021).
Sembilan ruas jalan tersebut yaitu Jalan Pemuda dari Mall Paragon -Tugu Muda, Kota Lama dari Simpang Letjen Suprapto - Jembatan Berok, Jalan Pandanaran dari Tugu Muda - Simpanglima, Jalan Gajah Mada dari Simpanglima-Simpang Kampung Kali, Jalan Pahlawan dari air mancur - Simpanglima, dan Jalan Ahmad Yani dari Simpang RRI - Simpanglima.
Kemudian, Jalan Tanjung dari Simpang Imam Bonjol - Simpang Pemuda, Jalan Lamper Tengah Raya, dan Jalan Supriyadi dari Simpang Tlogosari - Brigjen Sudiarto.
Jalan di kawasan Simpanglima dan Kota Lama diberlakukan penutupan mulai pukul 21.00 - 06.00. Artinya, ada enam jalan yang ditutup mulai pukul 21.00 - 06.00 yakni, Jalan Pemuda, Pandanaran, Gajahmada, Pahlawan, Ahmad Yani, dan Kota Lama.
Sedangkan tiga jalan lainnya, yakni Jalan Tanjung, Jalan Lamper Tengah Raya, dan Jalan Supriyadi ditutup selama 24 jam.
"Penutupan jalan efektif diberlakukan mulai hari ini hingga 25 Januari.
Dalam perkembangannya, kami selalu menunggu dari Satgas. Kami juga selalu koordinasi dengan Satlantas," papar Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto, usai seremonial penutupan jalan di Balai Kota Semarang, Senin (11/1/2021).
Menurut Endro, penutupan sembilan ruad jalan tersebut sudah berdasarkan pertimbangan.
Pihaknya telah mengkaji titik mana saja yang mendesak dilakukan penutupan dan yang belum mendesak ditutup.
Dishub dan Satlantas tentu akan melakukan evaluasi secara berkala melihat perkembangan lalu lintas di lapangan.
"Contoh Jalan Dr Wahidin dulu diberlakukan full, sekarang tidak. Disana, banyak kotra flow sehingga beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas. Makanya, kami awali sembilan ruas jalan dulu," paparnya.
Mengantisipasi terjadinya kemacetan di titik-titik tertentu selama dilakukan penutupan, Endro menegaskan akan menempatkan petugas di lapangan untuk melakukan pemantauan dan mengatasi kemacetan apabila hal itu terjadi.
Tak hanya meminta petugas melakukan pemantauan arus lalu lintas, dia juga akan mengerahkan petugas untuk melakukan penindakan bagi transportasi yang tidak memberlakukan physical distancing atau jaga jarak, terutama angkutan umum. Dia meminta seluruh angkutan penumpang agar tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kapasitas dibatasi hanya 50 persen.
"Angkutan umum akan diberlakukan pengawasan lebih ketat. Sanski pasti ada. Sanksi pertama tentu teguran. Penumpang suruh turun menunggu kendaraan lain setelahnya," jelasnya.
Sementara itu transportasi umum milik Pemkot Semarang yakni Trans Semarang, kata dia, masih tetap beroperasi dengan menerapkan 3M dan membatasi kapasitas hanya 50 persen. Jam operasional juga dibatasi hanya pukul 06.00 hingga maksimal 19.00.
"Oprasional BRT khusus bandara yang semula sampai pukul 23.00 sekarang hanya sampai jam 19.00," ucapnya. (eyf)